Sultan Malikussaleh : Biografi Singkat Sultan Pertama Samudera Pasai

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
13 Mei 2024 20:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Hanya Ilustrasi: Sultan Malikussaleh. Sumber: Oleksandr P/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Sultan Malikussaleh. Sumber: Oleksandr P/Pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sultan Malikussaleh bernama asli Meurah Silu yang merupakan sultan pertama kerajaan Samudera Pasai. Beliau memerintah dari tahun 1267, setelah ditunjuk oleh Nazimuddin Al-Kamil yang merupakan pendiri Kerajaan Samudera Pasai pada abad ke-13 di tahun 1267 M.
ADVERTISEMENT
Untuk mengenal lebih dalam tentang biografi dan perjuangan Sultan Malikussaleh, simak dalam penjelasan di bawah ini!

Biografi Singkat Sultan Malikussaleh

Foto Hanya Ilustrasi: Sultan Malikussaleh. Sumber: Arina Krasnikova/Pexels.com
Tim Peserta Napak Tilas Budaya Samudera Pasai dalam buku berjudul Menelisik Budaya Islam di Samudera Pasai menjelaskan bahwa Meurah Silu mendapatkan gelar Malikussaleh dan artinya adalah Malik yang saleh.
Beliau merupakan keturunan dari Sukee Imeum Peuet (sebutan bagi keturunan empat maharaja (Meurah) bersaudara dan asalnya dari Mon Khmer (Champa). Keturunan ini adalah pendiri pertama kerajaan di Aceh pra-Islam.
Sultan Malikussaleh menikahi putri Ganggang anak dari Sultan Perlak, dari pernikahan ini dikarunia seorang anak yang bernama Muhammad Malikuzzahir yang kemudian menjadi Raja setelah Malikussaleh.
Masriadi Sambo dalam buku berjudul Media Relations Kontemporer menjelaskan bahwa Malikussaleh merupakan tokoh yang terkenal takwa, pemberi nasihat, bangsawah, yang dicintai rakyat, yang mulia, penakluk, dan yang penyantun.
ADVERTISEMENT
Beliau wafat pada tahun 690 H. Makamnya berada di Desa Beuringen, kecamatan Samudera, Aceh Utara. Pada batu nisannya bertuliskan seni kaligrafi berangka 1270-1297 M. Komplek makamnya seluas 12 x 17 m.
Di situlah dianggap sebagai lokasi pusat Kerajaan Samudera Pasai pada masa lalu. Pada komplek makam ini adalah akan makan Malikussaleh bersama putranya, yakni Malokuddahir. Makam ini lokasinya sekitar 20 km arah timur Kota Lhokseumawe.
Jika melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh dan berada persis di Kedai Geudong, maka bisa belok kiri. Ikuti jalan lurus kurang lebih 3 km, dan papan nama kompleks makan akan terlihat.

Peran Sultan Malikussaleh untuk Kejayaan Samudera Pasai

Cynthia Hadita dalam buku berjudul Pancasila: Perspektif Ketatanegaraan dan Paradigma Ajaran Islam menjelaskan bahwa Sultan Malikussaleh mempererat hubungan perdagangan Cina dengan India. Samudera Pasai juga mempunyai keunggulan penghasil lada terbesar.
ADVERTISEMENT
Menurut kisah petualangan dari Ibnu Batuthah dalam buku berjudul Tuhfat al-Nazha menjelaskan bahwa, Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara.
Lambang Kerajaan Samudera Pasai adalah burung yang dirancang oleh Sultan Samudera Pasai Sultan Zainal Abidin. Lambang tersebut mempunyai makna sebagai syiar agama yang luas, bijaksana, dan berani.
Pada masa kejayaan yang dipegang oleh Sultan Malik As-saleh, kerajaan Semudera Pasai berhasil menguasai selat Malaka yang pada masa itu menjadi pusat perdagangan Internasional.
Demikianlah biografi singkat Sultan Malikussaleh yang menjadi sultan pertama Kerajaan Samudera Pasai. Semoga membantu! (eK)