Sumber Sejarah yang Termasuk Kesaksian dari Pelakunya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam melakukan penelitian tentang sejarah, maka seorang sejarawan membutuhkan sumber sejarah. Adapun sumber sejarah yang merupakan kesaksian dari pelakunya disebut sumber primer. Sumber ini dapat berupa rekaman, tulisan, maupun wawancara dari pelaku langsung yang ada saat peristiwa tersebut tengah berlangsung.
Wati dalam Tradisi Lisan sebagai Sumber Sejarah menyebutkan bahwa saksi utama pada suatu peristiwa bersejarah bisa menjadi sumber valid dalam proses penelitian maupun kajian sejarah.
Jika ingin tahu tentang sumber sejarah yang termasuk kesaksian dari pelakunya, simak informasinya dalam bacaan berikut ini.
Pengertian Sumber Primer
Setiap peristiwa sejarah yang dituliskan tentu berasal dari sumber-sumber tertentu. Nah, sumber sejarah yang merupakan kesaksian dari pelakunya disebut sumber primer. Pada dasarnya, sumber primer dalam sejarah adalah setiap sumber yang direkam, ditulis, maupun didata ketika peristiwa tersebut sedang berlangsung.
Seseorang yang menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung dengan indranya, lalu menulis, mengarsipkan, dan merekamnya juga tergolong sebagai sumber primer. Maka dari itu, sumber primer dianggap sebagai sumber paling valid dalam sejarah.
Banyak penelitian sejarah yang mewajibkan adanya sumber primer untuk menghasilkan catatan rekaan yang terbukti valid. Akan tetapi, satu sumber primer saja bukan berarti penelitian yang dilakukan terbukti benar. Di sisi lain, penelitian membutuhkan berbagai sumber agar lebih relevan dan valid.
Contoh Sumber Primer dalam Sejarah
Ada beberapa contoh sumber primer dalam sejarah yang bisa menjadi sumber penelitian. Adapun sejumlah contoh sumber primer dalam sejarah adalah:
Candi
Prasasti
Benteng
Makam
Arsip
Foto
Kitab atau dokumen tertulis
Sumber Lain dalam Sejarah
Selain sumber primer, ada juga sumber sekunder yang menjadi referensi dalam penelitian sejarah. Pada umumnya, sumber sekunder berasal dari pemahaman dan penafsiran dari orang lain sehingga bukan berasal dari saksinya secara langsung.
Sejarawan yang menulis atau mencatat sumber sekunder ini tidak mengalami peristiwa tersebut, tetapi mencari sumber sekunder untuk ditafsirkan kembali. Umumnya, sumber sekunder ini mudah diperoleh, tetapi peneliti perlu memilihnya secara ketat sebelum dijadikan sebagai rujukan.
Demikian informasi mengenai tentang sumber sejarah yang merupakan kesaksian dari pelakunya. [ENF]
