Konten dari Pengguna

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial dan Bentuknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi syarat terjadinya interaksi sosial. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi syarat terjadinya interaksi sosial. Foto: Pixabay

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi antarindividu, individu dan kelompok, juga kelompok dan kelompok. Lebih lanjut, syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi dan kontak sosial.

Di bawah ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai syarat terjadinya interaksi sosial berdasarkan buku Sosiologi Jilid 1 karya Kun Maryati.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Ilustrasi syarat terjadinya interaksi sosial

Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial dapat terjadi karena dua syarat utama, yaitu komunikasi dan kontak sosial

Komunikasi

Komunikasi meliputi kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan fisik, atau sifat) dan perasaan yang disampaikan.

Lima unsur pokok komunikasi, yaitu komunikator, komunikan, pesan, media, dan efek. Berikut penjelasannya.

  • Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan.

  • Komunikan adalah orang yang dikirimi pesan.

  • Pesan adalah hal yang disampaikan komunikator.

  • Media adalah alat untuk menyampaikan pesan.

  • Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi.

Selanjutnya, tiga tahap penting komunikasi, yaitu encoding, penyampaian, dan decoding. Berikut penjelasannya:

  • Encoding adalah pewujudan gagasan atau yang akan dikomunikasikan ke dalam kalimat atau gambar.

  • Penyampaian adalah penyampaian gagasan yang sudah diubah dalam kelimat dan gambar.

  • Decoding adalah proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar menurut pengalaman yang dimiliki.

Kontak Sosial

Kontak memiliki arti sama-sama menyentuh kalau ditelisik dari makna kata sesungguhnya. Namun, kontak sosial bisa terjadi tanpa adanya interaksi atau hubungan fisik.

Kontak sosial memiliki dua sifat, yaitu pertama adalah dapat bersifat positif dan negatif, juga dapat bersifat primer dan sekunder. Berikut penjelasannya.

  • Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerjasama.

  • Kontak sosial negatif mengarah pada konflik atau pertentangan

  • Kontak sosial primer terjadi bila peserta interaksi bertemu muka langsung, contohnya guru dan siswa di kelas.

  • Kontak sosial sekunder terjadi melalui suatu perantara, contohnya percakapan melalui telepon. Lebih lanjut, kontak sosial sekunder dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Komunikasi dan kontak sosial adalah dua hal yang mutlak menjadi syarat interaksi sosial dan saling bergantung satu sama lain. Suatu kontak sosial tanpa komunikasi tidak akan berarti apa-apa, begitu juga sebaliknya.

Demikian pembahasan mengenai komunikasi dan interaksi sosial yang merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. (SP)