Tahap Heuristik dalam Penelitian Sejarah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahap heuristik dalam penelitian sejarah adalah tahap pencarian sekaligus pengumpulan sumber terkait masalah yang diteliti sehingga penelitian yang dihasilkan memuat informasi sebanyak mungkin.
Berikut penjelasan tentang pengertian tahap heuristik dalam penelitian sejarah, jenis, hingga contohnya yang penting untuk dipelajari.
Mengenal Tahap Heuristik dalam Penelitian Sejarah
Seperti dilansir situs repositori.unsil.ac.id, heuristik berasal dari bahasa Yunani heuriskein yang berarti menemukan. Pada dasarnya terdapat empat langkah dalam prosedur penelitian sejarah, yaitu heuristik, verifikasi, historiografi, dan interprestasi.
Tahapan heuristik menjadi langkah awal dalam penelitian sejarah. Dalam tahap ini, kegiatan diarahkan kepada penjajakan, pencarian, sampai mengumpulkan berbagai sumber yang hendak diteliti. Dengan kata lain, ini adalah tahapan mencari berbagai sumber guna membuktikan kebenaran sejarah.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang tahap heuristik dalam penelitian sejarah, jenis, dan contohnya, simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Tahap Heuristik
Menurut Sjamsuddin, heuristik adalah langkah pertama yang dipakai dalam penelitian sejarah guna memperoleh data penelitian.
Menurut Carrad, heuristik merupakan langkah awal untuk memperoleh sumber atau asal, materi dan data, yang berhubungan dengan sejarah dan bisa digunakan dalam aktivitas yang akan atau sedang dilakukan.
Jenis-Jenis Tahap Heuristik
Inilah berbagai jenis tahap heuristik, yaitu:
1. Berdasarkan Sifatnya
Sumber primer (serangkaian sumber sejarah yang asalnya langsung dari orang atau pihak yang benar-benar mengalami suatu peristiwa sejarah).
Sumber sekunder (serangkaian sumber sejarah yang bukan diperoleh langsung dari orang yang mengalami suatu peristiwa sejarah, melainkan lewat orang lain yang dekat dengan orang itu, baik keluarga maupun seseorang yang turut mengalami kejadian tersebut).
2. Berdasarkan Sumber Sejarahnya
Sumber lisan (sumber sejarah yang didapatkan secara lisan atau hasil wawancara dari tokoh atau narasumber).
Benda peninggalan (sumber sejarah, seperti artefak, benda-benda kuno, hingga tulang belulang ).
Sumber tertulis (sumber sejarah yang sifatnya tertulis atau dalam wujud tulisan, seperti notulen, catatan harian, dan sebagainya)
Contoh Heuristik dalam Penelitian Sejarah
Salah satu contohnya, yaitu ketika hendak meneliti sejarah pertumbuhan Kerajaan Majapahit di Indonesia. Hal yang perlu dilakukan, antara lain mencari sumber yang menjelaskan mengenai kerajaan tersebut secara sistematis.
Sejak kapan kerajaan tersebut ada atau masa pembangunan, masa kejayaan, sampai keruntuhan. Semua tahap harus dilakukan hingga proses penyusunan laporan tentang sejarah Majapahit tercapai.
Demikian tahap heuristik dalam penelitian sejarah yang perlu diketahui. Tahapan ini menjadi langkah awal yang penting dilakukan agar menghasilkan penelitian yang bermutu. (DN)
