Tanaman Utama pada Preangerstelsel di Indonesia dan Wilayah Tumbuhnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Preangerstelsel merupakan tanam paksa kopi yang diberlakukan di wilayah Parahyangan atau Priangan di tahun 1720. Tanaman utama pada Preangerstelsel di Indonesia ini adalah kopi.
Kebijakan ini membuat rakyat diwajibkan untuk menanam kopi dan menyetorkan hasilnya ke VOC melalui para bangsawan daerah. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi VOC, namun sangat merugikan bagi rakyat pribumi.
Dikutip dari journal.unnes.ac.id produksi kopi di Priangan pada abad ke-19, berikut ini penjelasan lengkap tentang Preangerstelsel.
Tanaman Utama pada Preangerstelsel di Indonesia
Sejarah Priangan atau Preangerstelsel periode kolonial Belanda hampir identik dengan penanaman kopi. Jadi, tanaman utama pada Preangerstelsel di Indonesia adalah kopi yang diberlakukan di daerah Priangan atau Parahyangan.
Hampir dua abad, wilayah Parahyangan atau Priangan menjadi tempat eksploitasi kolonial melalui tanaman kopi. Selain itu, Priangan juga menjadi tempat pertama kali diperkenalkannya tanaman kopi di Pulau Jawa.
Kemudian secara kuantitatif, pelaksanaan tanaman kopi di Priangan melibatkan sejumlah tenaga kerja dan lahan yang sangat ekstensif. Sehingga produksi kopi dari wilayah ini selalu tinggi, bahkan paling tinggi daripada wilayah yang lain di seluruh Pulau Jawa.
Hal ini juga yang membuat kopi di karesidenan Priangan diberlakukan sebuah sistem yang sangat lama masa berlakunya, yaitu Preangerstelsel. Di mana sistem ini berlaku dari tahun 1677 hingga tahun 1870.
Kopi Priangan memiliki peran yang sangat penting bagi VOC. Hal ini karena pada tahun 1726, VOC menguasai 50% hingga 70% perdagangan kopi dunia. Dari jumlah yang diserahkan VOC, sebanyak 75% diproduksi di Priangan.
Awalnya, kopi diperkenalkan VOC ke daerah Priangan pada permulaan abad ke-18. Kopi pertama kali ditanam tahun 1707.
Motivasi VOC untuk menanam kopi di wilayah Priangan yaitu sangat berkaitan erat dengan kompetisi pasar kopi dunia. Di mana menjelang berakhirnya abad ke-17, permintaan kopi di Eropa semakin meningkat.
Hal ini juga yang membuat VOC berupaya mencari wilayah alternatif yang dapat memproduksi kopi dalam jumlah banyak. Kemudian didapatkanlah wilayah Priangan sebagai tempat yang cocok untuk tanaman kopi.
Dapat disimpulkan bahwa tanaman utama pada Preangerstelsel di Indonesia adalah tanaman kopi. Tanaman ini ditanam di Priangan yang juga menjadi tempat pertama kali diperkenalkannya tanaman kopi di Pulau Jawa. (DSI)
