Konten dari Pengguna

Teori Difusi Inovasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi foto teori difusi inovasi. SUmber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto teori difusi inovasi. SUmber foto: Unsplash

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, berbagai inovasi hadir dalam kehidupan kita. Meskipun demikian, inovasi yang muncul harus seimbang dengan kemampuan komunikasi sekaligus harus berdasarkan prinsip tertentu.

Inovasi juga harus berkembang, tersebar, dan diterima dalam kebudayaan agar dapat bertahan lama. Sebuah inovasi dan teknologi yang tersebar dalam kebudayaan disebut teori difusi inovasi.

Kali ini, kita akan membahas pengertian, dan jenis-jenisnya. Simak sampai habis!

Pengertian dan Jenis-jenis Teori Difusi Inovasi

Ilustrasi foto teori difusi inovasi. Sumber foto: Unsplash

Teori difusi inovasi adalah teori tentang sebuah ide dan teknologi yang tersebar dalam kebudayaan. Dikutip dari situs Investopedia, teori ini dikembangkan oleh Everett Rogers pada tahun 1962.

Everett Rogers merupakan seorang ahli teori komunikasi di Univeritas New Mexico. Ia menulis teori ini dalam bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations.

Dalam bukunya, Rogers menjelaskan bahwa difusi merupakan sebuah proses ketika inovasi dikomunikasikan melalui beberapa saluran dalam sistem sosial dengan jangka waktu yang ditentukan.

Teori ini juga berguna untuk memberikan gambaran tentang pentingnya komunikasi interpersonal dalam memperkenalkan sebuah ide. Teori difusi inovasi dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Difusi Sentralisasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, difusi adalah penyebaran sebuah kebudayaan, ide atau gagasan, dan teknologi dari satu individu ke individu lain. Sementara sentralisasi adalah penyatuan segala sesuatu ke sebuah tempat yang dianggap sebagai pusat.

Jadi, secara umum difusi sentralisasi adalah waktu mulainya sebuah inovasi, saluran komunikasi, hingga penilaian yang digunakan untuk proses difusi dan dilakukan oleh seorang pemimpin.

2. Difusi Desentralisasi

Desentralisasi adalah penyerahan sebagian tugas atau wewenang pimpinan kepada bawahannya, bisa juga pusat ke cabangnya. Jenis ini sering dikategorikan sebagai proses difusi yang dilakukan atas kerja sama masyarakat yang telah menerima sebuah inovasi.

Karakteristik dari Difusi Inovasi

Tentu saja teori ini memiliki beberapa karakteristik yang dapat mempengaruhi tingkat adopsi dari individu atau kelompok sosial. Tujuan utama dari difusi inovasi sendiri adalah mengadopsi gagasan seorang individu atau kelompok tertentu.

Beberapa karakteristik difusi inovasi adalah:

  • Keuntungan relatif

  • Kerumitan

  • Dapat diuji coba

  • Kesesuaian

Sementara elemen dalam difusi inovasi adalah:

Itulah penjabaran dari pengertian, jenis, hingga karakteristik teori difusi inovasi. Semoga membantu! (RAF)