Teori Inti Ganda dalam Tata Ruang Kota

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori inti ganda adalah salah satu teori yang digunakan dalam penyusunan tata ruang kota. Penerapan teori ini dapat dilihat di berbagai kota di Indonesia bahkan dunia.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai isi teori ganda dalam tata ruang kota, berikut ini adalah penjelasan lengkap yang dapat Anda simak.
Penjelasan Lengkap Teori Inti Ganda dalam Tata Ruang Kota
Dalam penyusunan struktur tata ruang kota, terdapat berbagai teori yang digunakan untuk melihat bagaimana bentuk dan struktur suatu kota. Salah satu teori yang diterapkan dalam struktur tata ruang kota adalah teori inti ganda.
Seperti namanya, teori inti ganda mencetuskan bahwa dalam suatu kota dapat ditemukan zona inti atau zona pusat kegiatan lebih dari satu. Pembahasan mengenai pengertian teori inti ganda dijelaskan secara ringkas dalam buku berjudul Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta yang ditulis oleh Hartono (2007: 81).
Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa dalam teori inti ganda menyatakan bahwa sesungguhnya kebanyakan kota memiliki beberapa daerah inti, bahkan sering juga dijumpai daerah inti yang terletak di dekat pusat-pusat kegiatan di kota.
Dalam buku berjudul Teori Perencanaan yang disusun oleh Siti Fatimah (2020: 10), dijelaskan bahwa secara umum, terdapat tiga konsep klasik yang digunakan untuk menggambarkan struktur ruang kota, salah satunya adalah teori inti ganda. Teori inti ganda merupakan teori yang dikemukakan oleh C.D. Harris dan F.L Ullman.
Menurut teori ini, suatu kota tidak hanya terdapat satu CBD (Central Business District) atau zona PDK (Pusat Daerah Kegiatan). Dalam suatu kota juga dapat ditemukan beberapa CBD. Teori ini banyak diterapkan oleh kota-kota metropolitan. Pembagian zona kota menurut teori inti ganda antara lain:
Zona 1: zona Pusat Daerah Kegiatan (PDK) atau Central Business District (CBD)
Zona 2: zona grosir dan manufaktur ringan
Zona 3: zona pemukiman kelas rendah
Zona 4: zona pemukiman kelas menengah
Zona 5: zona pemukiman kelas tinggi
Zona 6: zona manufaktur berat
Zona 7: zona daerah di luar Pusat Daerah Kegiatan
Zona 8: zona pemukiman sub urban
Zona 9: zona daerah industri sub urban
Itu dia pembahasan ringkas dan jelas mengenai teori inti ganda yang dibahas dalam struktur tata kota. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. (DAP)
