Konten dari Pengguna

Teori Pembentukan Kepribadian Menurut George Herbert Mead

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Pembentukan Kepribadian. Sumber: Pexels.com/Monstera Production
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Pembentukan Kepribadian. Sumber: Pexels.com/Monstera Production

Setiap kajian ilmu sosial dan humaniora selalu memiliki teori, termasuk di antaranya kajian mengenai pembentukan kepribadian. Salah satu contoh teori yang membahas kajian tersebut adalah Teori Pembentukan Kepribadian menurut George Herbert Mead.

George Herbert Mead merupakan tokoh filsafat di bidang sosiologi dan psikologis yang banyak mengemukakan teori serta pendapat. Oleh karena itu, tidak heran jika teori tentang pembentukan kepribadian menurut Herbert Mead banyak dipelajari.

Teori Pembentukan Kepribadian George Herbert Mead

Ilustrasi Teori Pembentukan Kepribadian. Sumber: Pexels.com/Monstera Production

Secara awam, Teori Pembentukan Kepribadian dapat dipahami sebagai teori yang menjelaskan tentang proses terbentuknya kepribadian manusia. Pemahaman seperti itu tentu belum memadai untuk menjawab pertanyaan tentang isi teori tersebut.

Berdasarkan kondisi tersebut, setiap orang dapat memahami bahwa untuk menjawab pertanyaan isi teori tentang pembentukan kepribadian membutuhkan penjelasan yang lebih lugas. Berikut penjelasannya mengenai teori dari George Herbert Mead.

A. Pendapat George Herbert Mead

George Herbert Mead adalah seorang filsuf dan ahli teori sosial Amerika. Pendapat dan teori dari Herbert Mead banyak menjadi pembelajaran, bahkan landasan dalam kajian ilmu sosial.

Salah satu contoh adalah pendapat Herbert Mead mengenai kepribadian manusia. Mengutip dari buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X karya Maryati dan Juju (2007: 98), menurut George Herbert Mead, ketika manusia lahir, manusia belum mempunyai diri (self).

Herbert Mead memiliki pandangan bahwa diri manusia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Setiap anggota baru dalam masyarakat itu, kemudian harus mempelajari peran-peran yang ada dalam masyarakat.

Kondisi tersebut merupakan sebuah proses. Herbert Mead menyebut proses tersebut sebagai pengambilan peran alias role taking.

B. Tiga Tahap Perkembangan Diri Manusia

Selain menjelaskan bahwa manusia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi, Herbert Mead juga menguraikan tiga tahap pengembangan diri. Mengutip dari buku yang sama, Maryati dan Juju (2007: 99), berikut adalah tiga tahapannya:

  1. Play Stage, seorang anak mulai belajar mengambil peran orang-orang yang ada di sekitarnya. Salah satu contoh adalah anak mulai meniru peran yang dilakukan oleh orang tua, kakak, tetangga, atau orang yang sering berinteraksi dengannya.

  2. Game Stage, seorang anak tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankan, melainkan telah mengetahui peran yang dilakukan oleh orang lain serta sosok yang berinteraksi dengannya.

  3. Generalized Others merupakan tahap ketiga dari sosialisasi, anak telah mampu mengambil peran orang lain yang lebih luas, tidak sekedar orang terdekat. Pada tahap ketiga itu, anak telah mampu melakukan interaksi dengan orang lain dalam masyarakat.

Demikian dapat dipahami bahwa Teori Pembentukan Kepribadian menurut George Herbert Mead menjelaskan proses terbentuknya kepribadian manusia. Pasalnya, Herbert Mead berpendapat bahwa saat lahir, manusia belum memiliki diri. (AA)