Teori Sibernetik: Hasil Pengembangan dari Teori Belajar

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori sibernetik dapat digunakan oleh orang tua maupun guru dalam proses belajar anak mereka. Dengan menerapkan teori ini, anak akan merasa lebih nyaman saat belajar.
Dikutip dari buku Filosofi, Teori, dan Konsep Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Dasar oleh Ali Mustadi, dkk., istilah sibernetik pertama kali dipaparkan oleh Nobert Wiener.
Namun penggunaannya dalam pembelajaran bisa dikatakan masih baru. Kata sibernetik sendiri berasal dari kata "cybernetic" yang berarti sistem olah informasi serta komunikasi yang memungkinkan terjadi umpan balik.
Mengenal Teori Sibernetik
Teori sibernetik merupakan hasil pengembangan dari teori belajar kognitif. Keduanya mempunyai kesamaan yaitu mengutamakan pengolahan informasi dalam proses berpikir.
Bisa dibilang, teori sibernetik adalah bentuk penyatuan teori dan praktik layaknya dalam komputasi dan laboratorium. Dalam teori ini percaya bahwa komputasi tidak hanya berguna untuk presentasi, pengolahan data, alat komunikasi, maupun database.
Komputasi juga bisa menjadi alat untuk meningkatkan pemecahan masalah untuk menciptakan pengetahuan baru. Dalam teori sibernetik dijelaskan bahwa tidak ada proses belajar yang ideal bagi semua situasi maupun cocok bagi karakter murid yang beraneka ragam. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh sistem informasi terhadap cara belajar.
Proses Berpikir
Seorang ahli psikolog dengan aliran sibernatik membagi proses berpikir menjadi dua, yaitu:
1. Algoritmik
Proses berpikir ini adalah proses berpikir yang sistematis, konvergen, tahap demi tahap, lurus, dan linear untuk mencapai sebuah tujuan.
2. Heuristik
Proses berpikir kedua yaitu heuristik yang merupakan cara pikir divergen. Pelakunya akan berjalan ke arah beberapa target sekaligus. Cara berpikir ini dibutuhkan saat berusaha memahami konsep dengan arti ganda.
Komponen Pemrosesan Informasi
Ada tiga asumsi yang menjadi dasar pengembangan struktur dan pengatur alur pemrosesan internal. Ketiga komponen tersebut adalah sensory memory, working memory, short term memory, dan long term memory.
1. Sensory Memory
Sensory memory adalah sel yang pertama kali menjadi tempat informasi yang diperoleh dari luar. Elemen ini menerima stimulus dalam bentuk bau, warna, panas, sinar, maupun suara.
2. Working Memory
Working memory adalah sebuah bagian dari memori dan bisa menangkap informasi dari perhatian dan menyimpannya dalam pikiran.
3. Long Term Memory
Adanya elemen ketiga ini adalah pengetahuan yang kapasitasnya tak terbatas. Informasi yang tersimpan dalam memori ini tidak akan terhapus maupun hilang.
Itulah dia sekilas penjelasan mengenai teori sibernatik. Semoga bermanfaat! (LAU)
