Konten dari Pengguna

Teori-teori Perubahan Sosial yang Perlu Dipahami saat Belajar Sosiologi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori-teori Perubahan Sosial. Sumber: Unsplash.com/Lisanto 李奕良
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori-teori Perubahan Sosial. Sumber: Unsplash.com/Lisanto 李奕良

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang berbagai macam fenomena sosial, salah satunya adalah perubahan sosial. Kajian terhadap fenomena tersebut biasanya mengacu pada teori-teori perubahan sosial.

Keadaan itu membuat setiap orang yang mempelajari sosiologi perlu memahami ragam teori mengenai perubahan sosial. Kegunaan pemahaman teori perubahan sosial adalah mempermudah dalam memahami fenomena dan melakukan analisis.

Teori-teori Perubahan Sosial

Ilustrasi Teori-teori Perubahan Sosial. Sumber: Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Perubahan sosial merupakan fenomena yang dapat terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Perubahan sosial dapat mencakup perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan sosial.

Manusia dapat mengetahui fenomena tersebut secara jelas dengan melakukan penelitian, khususnya dalam bidang ilmu sosiologi. Setiap penelitian harus mempunyai teori untuk memahami fenomena dan melakukan analisis secara jelas.

Perubahan sosial dalam kajian sosiologi pun memiliki teori. Berikut adalah contoh teori-teori perubahan sosial:

1. Teori Siklus

Mengutip dari buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII karya Maryati dan Juju (2007: 7), Teori Siklus melihat perubahan sosial sebagai sesuatu yang berulang. Teori tersebut menjelaskan keberadaan siklus yang menjadi pola perubahan sosial.

Pola tersebut tidak terlihat batas yang jelas antara hidup primitif, tradisional, dan modern. Teori Siklus menjelaskan bahwa hal yang terjadi sekarang pada dasarnya mempunyai kesamaan atau kemiripan dengan hal yang terjadi sebelumnya.

2. Teori Fungsional

Teori Fungsional juga termasuk teori yang menjelaskan tentang perubahan sosial. Teori Fungsional memaparkan tentang perubahan yang memiliki manfaat (fungsional).

Perubahan yang mempunyai manfaat akan diterima oleh masyarakat. Jadi, perubahan yang tidak mempunyai manfaat akan ditolak.

3. Teori Konflik

Selain Teori Siklus dan Teori Fungsional, ada pula Teori Konflik. Mengutip dari buku Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Kelas IX karya Saraswati dan Ida (2008: 38), Teori Konflik memaparkan bahwa konflik berlangsung secara terus-menerus, demikian juga dengan perubahan.

Demikian menjadi jelas bahwa teori-teori perubahan sosial yang perlu dipahami saat belajar sosiologi memiliki pemaparan tersendiri. Oleh karena itu, penelitian perubahan sosial harus menggunakan teori yang relevan dengan fenomena yang diteliti. (AA)