Tiga Unsur Kolonialisme Modern yang Diterapkan Belanda di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolonialisme modern yang diterapkan Belanda di Indonesia membuat rakyat merasakan berbagai penindasan yang menyebabkan kesengsaraan. Ada tiga unsur kolonialisme modern yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia yang sangat penting.
Pada dasarnya, kolonialisme adalah pengendalian oleh satu kekuatan besar atas sebuah bangsa untuk menaklukkan penduduk dan mengeksploitasinya. Bahkan, Belanda juga menanamkan nilai-nilai budaya sendiri pada penduduk Indonesia.
Dikutip dari buku Sejarah SMA/MA Kls XI-Bahasa karya H. Purwanta, J. Sumardianta, A. Ferry. T. Indratno, dan Ignaz Kingkin Teja Angkasa, berikut tiga unsur penting kolonialisme modern yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia.
Tiga Unsur Kolonialisme Modern yang Diterapkan oleh Belanda di Indonesia
Tujuan Belanda melakukan kolonialisme modern di Indonesia adalah mendominasi kekuasaannya dari bidang politik, ekonomi, kependudukan, dan sumber daya alam. Berikut tiga unsur kolonialisme modern yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia.
1. Dominasi dan Hegemoni
Dominasi merupakan kecenderungan yang lebih mengarah ke paksaan, penindasan, dan kekerasan. Sedangkan, hegemoni mengarah ke konsensus yang bersifat sukarela dan melakukan sesuatu yang telah ditentukan.
Pemerintah Belanda melakukan dominasi dan hegemoni dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Nasionalisme pun berkembang, terutama dalam bidang politik.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan dominasi politik kolonial dan dapat membentuk pemerintahan dengan kedaulatan rakyat.
2. Eksploitasi Ekonomi
Selanjutnya, Belanda juga melakukan eksploitasi ekonomi terhadap sumber daya alam Indonesia yang terkenal kaya. Namun, hasil eksploitasi ini hanya digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran negara Belanda.
Contoh eksploitasi ekonomi yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia adalah tanam paksa. Sistem ini memaksa penduduk pribumi Indonesia untuk bekerja sangat berat dengan upah yang sangat rendah, bahkan tanpa bayaran.
3. Penetrasi Budaya
Unsur yang terakhir, yaitu penetrasi budaya yang ditanamkan melalui sistem pendidikan, salah satunya pada program politik etis. Penetrasi budaya ini merupakan proses masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lain.
Hal ini memicu nasionalisme Indonesia yang dapat menghidupkan kembali kepribadian bangsa yang selaras dengan perkembangan zaman.
Itulah tiga unsur kolonialisme modern yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia. Kolonialisme Belanda di Indonesia memang membuat rakyat merasakan berbagai penindasan dan perampasan hak kepemilikan.(DSI)
