Konten dari Pengguna

Tradisi Rasulan sebagai Upacara Pasca Panen di Gunung Kidul

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi rasulan. Sumber: Maxime LEVREL/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi rasulan. Sumber: Maxime LEVREL/pexels.com

Tradisi rasulan berasal dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta yang masih dipertahankan masyarakat sampai kini. Upacara adat ini juga biasa disebut dengan bersih desa dan diadakan saat pasca panen.

Kuswanto, Fatkurrokhman, dan Anam dalam Potret Prosesi Tradisi Rasulan di Kabupaten Gunungkidul, menyebutkan bahwa tradisi rasulan biasanya dilaksanakan oleh umat muslim di Kabupaten Gunung Kidul atas bentuk rasa syukur karena hasil panen melimpah.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar tradisi rasulan, simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Apa itu Tradisi Rasulan?

Ilustrasi tradisi rasulan. Sumber: AL FARIZ/pexels.com

Tradisi rasulan adalah suatu tradisi pasca panen yang juga biasa disebut dengan bersih desa atau selamatan rasul. Tradisi rasulan berasal dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta yang dilaksanakan setahun sekali, tepatnya usai panen raya.

Tujuan tradisi rasulan adalah untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, menolak bahaya, serta mengharapkan keselamatan. Biasanya, pelaksanaan tradisi rasulan di daerah satu akan berbeda dengan daerah lainnya.

Hal itu karena penyelenggaraan upacara adat ini tergantung pada kesepakatan warga desa sekaligus membutuhkan rekomendasi waktu pelaksanaan juga dari ketua adat. Meskipun demikian, umumnya pelaksanaan tradisi rasulan adalah pada bulan Juni atau Juli.

Prosesi Tradisi Rasulan

Terdapat beberapa tahapan tradisi rasulan yang dilaksanakan oleh masyarakah Gunung Kidul. Adapun sejumlah prosesi tradisi rasulan adalah:

  • Kerja bakti membersihkan lingkungan desa, mulai dari mengecat pagar pekarangan, memperbaiki jalan, hingga membersihkan makam.

  • Pelaksanaan tradisi dimeriahkan dengan acara lain, seperti pentas seni budaya dan olahraga. Pentas seni budaya bisa berupa pertunjukan reog Ponorogo, wayang kulit, doger, hingga jatilan.

  • Pelaksanaan kirab atau karnaval dalam bentuk arak-arakan. Acara ini dilaksanakan dengan masyarakat mengelilingi desa sambil membawa tumpeng serta hasil panen, misalnya sayuran, jagung, pisang, padi, dan lainnya.

  • Pelaksanaan doa bersama di balai dusun. Tujuannya untuk memohon keselamatan serta ketentraman di desa.

  • Perebutan tumpeng oleh masyarakat. Wisatawan yang menyaksikan tradisi ini juga diperbolehkan ikut.

Demikian informasi mengenai apa itu tradisi rasulan dan prosesinya. [ENF]