Tradisi Unik Pernikahan Adat Bugis beserta Rangkaian Prosesinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bugis merupakan salah satu suku yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki tradisi unik. Tradisi unik pernikahan adat Bugis dimulai dari mammanu-manu yang artinya proses masa penjajakan.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, adat istiadat maupun aspek ritual dari suku Bugis masih berakar kuat dengan hebatnya dengan cara turun temurun dalam kehidupan masyarakatnya.
Suku Bugis yang masih termasuk keturunan Deutro Melayu ini mempunyai cara untuk memaknai betapa sakral adat pernikahannya yang menyimpan doa dan makna yang dalam untuk memasuki gerbang kehidupan yang baru dalam rumah tangga selama sisa hidup.
Tradisi Unik Pernikahan Adat Bugis beserta Rangkaian Prosesinya
Berikut ini adalah tata cara rangkaian prosesi pernikahan adat Bugis yang sarat akan makna:
1. Mammanu-manu
Prosesi pertama dari tradisi unik pernikahan adat bugis ini diartikan pihak keluarga dari calon pengantin atau mempelai pihak pria yang berusaha mencarikan jodoh yang terbaik untuk anak lelaki mereka dengan mengacu pada sejumlah kriteria.
Ketika sudah berhasil menemukan target yang sesuai, tahap selanjutnya adalah menyelidiki secara mendalam latar belakang dari perempuan yang dituju menjadi calon untuk mengetahui secara jelas apakah gadis tersebut dapat dipinang lebih lanjut atau tidak.
2. Mapacci
Setelah menemukan gadis yang sesuai, prosesi menjelang hari H pernikahan dilakukan prosesi mapacci atau tudemmpenni yang merupakan prosesi mensucikan diri saat malam menjelang hari H pernikahan.
Prosesi pada malam ini di dalamnya terdapat waktu pengantin didoakan oleh para undangan yang di dalamnya terdiri atas keluarga, kerabat hingga tokoh masyarakat.
Prosesi mapacci ini dilakukan dengan pemolesan pacci atau biasa diketahui dengan daun pacar pada kedua telapak tangan calon mempelai.
Pemolesan dilakukan dimulai dari tangan kanan, kemudian tangan kiri sambil seraya berdoa supaya calon mempelai diberikan kebahagiaan. Mapacci ini juga dilakukan oleh pihak mempelai laki-laki di kediamannya sendiri.
3. Bosara
Prosesi bosara sendiri sudah ada sejak zaman kerajaan, khususnya pada kerajaan Gowa dan Bone. Bosara artinya menyuguhkan kue dengan rasa dominan manis yang merupakan bentuk penghormatan untuk para tamu undangan pernikahan.
Aneka suguhan kue rasa manis tersebut dijadikan sebagai simbol supaya kehidupan calon mempelai dilalui dengan hari-hari yang manis, rukun, damai dan harmonis hingga akhir hayat.
Demikian penjelasan mengenai tradisi unik pernikahan adat Bugis beserta rangkaian prosesinya. (ARH)
