Konten dari Pengguna

Tugu Batu yang Berfungsi untuk Memuja Arwah Nenek Moyang

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tugu Batu yang Berfungsi untuk Memuja Arwah Nenek Moyang, Unsplash/d kah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tugu Batu yang Berfungsi untuk Memuja Arwah Nenek Moyang, Unsplash/d kah

Tugu batu yang berfungsi untuk memuja arwah nenek moyang memiliki fungsi penting dalam tradisi masyarakat.

Tugu ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan tetapi juga sebagai penghubung antara dunia nyata dan arwah leluhur, yang diyakini memberikan perlindungan dan keberkahan bagi keturunannya.

Tugu Batu yang Berfungsi untuk Memuja Arwah Nenek Moyang

Ilustrasi Tugu Batu yang Berfungsi untuk Memuja Arwah Nenek Moyang, Unsplash/Alex Guillaume

Dikutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, Mulya, Yuliana, Nina Andini, (2019:177), tugu batu yang berfungsi untuk memuja arwah nenek moyang disebut menhir.

Istilah menhir berasal dari bahasa Keltik, yaitu kata men yang berarti batu dan hir yang berarti panjang. Jadi, menhir memiliki arti batu panjang.

Pengertian menhir secara umum adalah batu tegak atau batu yang didirikan secara tegak dan diletakkan di suatu tempat untuk tujuan sebagai batu peringatan terhadap orang yang telah meninggal.

Prinsip dari pendirian tugu batu yang berfungsi untuk memuja arwah nenek moyang atau menhir berkaitan erat dengan unsur penghormatan dan pengagungan terhadap arwah nenek moyang.

Menhir diketahui digolongkan sebagai salah satu hasil utama kebudayaan Megalitikum. Zaman Megalitikum adalah zaman ketika manusia telah dapat membuat dan menghasilkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.

Meski demikian, sejarah pendirian menhir telah berlangsung sejak zaman Neolitikum.

Dikutip dari buku Megalitik Dataran Tinggi Tlogosari sebuah kebudayaan yang enggan mati, Firza Azzam Fadilla, Agus Danugroho, (2023:61), terdapat 2 jenis menhir.

Dua jenis menhir tersebut yaitu terbuat dari bongkahan batu dengan proporsi bentuk bagian bawah cenderung melebar, sedangkan bagian atas menyempit.

Diketahui bahwa menhir ada yang terbuat dari papan batu dan balok-balok baru yang disusun secara bertumpuk.

Fungsi dari menhir dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Fungsi menhir pada saat manusia masih hidup di dunia dijadikan sebagai simbol kekuasaan, simbol jasa, dan simbol kemasyhuran dari seseorang yang mendirikan menhir tersebut.

  • Fungsi menhir untuk seseorang yang telah mati, yakni sebagai simbol diri dan penghormatan serta pemujaan, baik dari keluarga si mati maupun masyarakatnya. (Sumarjono, dkk. 2018:87-88).

Dari berbagai fungsi menhir tersebut dapat dibedakan adanya menhir yang berfungsi sebagai sarana pemujaan arwah-arwah nenek moyang dan ada batu tegak atau menhir yang tidak ada kaitannya dengan pemujaan roh-roh nenek moyang.

Demikianlah penjelasan tentang tugu batu yang berfungsi untuk memuja arwah nenek moyang. (Mey)

Baca juga: Penjelasan Bentuk Benda Kapak Perimbas pada Masa Prasejarah