Tujuan Kabinet Djuanda beserta Latar Belakangnya yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabinet Djuanda adalah kabinet yang bekerja di masa demokrasi liberal. Kabinet ini dibentuk langsung oleh Presiden Soekarno tanggal 9 April 1957. Adapun tujuan Kabinet Djuanda adalah membentuk kabinet yang efektif.
Rucheti dalam Pergolakan Politik pada Masa Kabinet Djuanda (Studi Tentang Peristiwa Cikini 30 November 1957) juga mengungkapkan bahwa Kabinet Djuanda berupaya untuk menormalkan kondisi Indonesia.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tujuan Kabinet Djuanda, simak selengkapnya dalam artikel berikut.
Latar Belakang Kabinet Djuanda
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tujuan Kabinet Djuanda, sebaiknya cari tahu dulu latar belakangnya.
Pembentukan Kabinet Djuanda terjadi usai berakhirnya masa kepemimpinan Kabinet Ali Sastroamidjojo II pada 14 Maret 1957. Hal itu terjadi lantaran adanya krisis ekonomi, politik, hingga terjadi beberapa pemberontakan. Misalnya aksi mogok buruh dan pelajar, pemberontakan regional di Sulawesi dan Sumatera, hingga penolakan mengenai kebijakan Presiden Soekarno.
Setelah pengunduran diri Kabinet Ali Sastroamidjojo II tersebut, akhirnya Presiden Soekarno menunjuk Ir. Djuanda Kartawidjaja untuk menjadi Perdana Menteri berikutnya.
Djuanda adalah seseorang yang dihormati oleh banyak pihak, seperti partai politik, militer, hingga masyarakat. Selain itu, Djuanda Kartawidjaja juga berpengalaman menjadi perdana menteri dalam sejumlah kabinet sebelumnya.
Setelah itu, dirinya menunjuk beberapa tokoh sebagai menteri yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini bertujuan agar Kabinet Djuanda bekerja secara lebih efektif.
Tujuan Kabinet Djuanda
Selama menjalankan tugas sekitar 2 tahun, yaitu sampai Juli 1959, Kabinet Djuanda tentu memiliki beberapa tujuan. Adapun beberapa tujuan Kabinet Djuanda adalah:
Membentuk kabinet yang profesional serta bekerja secara efektif.
Melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan asing yang menguasai bidang ekonomi strategis.
Menumpas pemberontakan regional di wilayah Sulawesi serta Sumatera dengan cara militer serta politik.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan di beberapa sektor, seperti industri, pertanian, transmigrasi, dan koperasi.
Mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia melalui penyelesaian konflik Irian Barat.
Demikian penjelasan lengkap seputar latar belakang dan tujuan Kabinet Djuanda yang perlu diketahui. [ENF]
