Tujuan Kasimo Plan dalam Urusan Pangan Indonesia yang Penting Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kasimo Plan atau Rencana Produksi Tiga Tahun merupakan swasembada pangan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Program swasembada tersebut berlangsung selama tiga tahun, yakni pada tahun 1948-1950.
Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi dalam buku berjudul Perekonomian Indonesia menjelaskan bahwa Kasimo Plan merupakan program yang disusun Menteri Urusan Bahan Makanan Indonesia I.J.Kasimo dengan tujuan Kasimo plan tertentu.
Untuk lebih memahami lebih dalam tentang tujuan Kasimo Plan, mari simak pembahasannya di sini.
Tujuan Kasimo Plan
Tim Publishing Team dalam buku berjudul Profil 100 Tahun Departemen Pertanian, Republik Indonesia menjelaskan bahwa Tujuan Kasimo Plan adalah:
Mencukupi semua kebutuhan rakyat akan bahan makanan pokok terutama beras, jagung, kacang tanah, ketela, kedelai, ikan dan daging, secara mandiri.
Memenuhi sekitar 10% kebutuhan pakaian rakyat secara mandiri.
Mengusahakan tersedianya kelebihan produksi untuk kepentingan ekspor.
Atas tujuan tersebut, pemerintah melakukan perluasan areal dan penanaman di pertanian rakyat.
Peningkatan produksi diupayakan melewati penggunaan bibit unggul, pendirian kebun bibit, perbaikan irigasi, pemeliharaan kesuburan tanah, pemberantasan hama, pendirian balai pusat penyuluhan di tiap kecamatan, pendirian model desa baru dan transmigrasi.
Cara lainnya adalah memajukan tanaman kapas, mendatangkan obat-obatan, pupuk ZA dan DS, alat-alat pertanian, mengembangkan perikanan air tawar, dan memajukan pendidikan, latihan, serta penyuluhan pertanian.
Pada masa itu, berbagai wilayah Sumatra mulai menerapkan kalender pertanian, seleksi bibit, perbaikan sistem drainase, perluasan area persawahan, penyiapan daerah transmigrasi, hingga rehabilitasi perkebunan rakyat.
Sementara di wilayah Indonesia lainnya, produktivitas perkebunan makin ditingkatkan guna memperbanyak aktivitas ekspor sehingga bisa membiayai impor barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
Kemudian diterbitkan pula peraturan di bidang agraria, keuangan, serta sosial untuk memberikan kepastian usaha bagi perusahaan perkebunan. Dengan begitu, perusahaan tersebut bisa berkontribusi maksimal kepada masyarakat dan negara.
Bangunan irigasi juga mendapat rehabilitasi guna mempermudah pertanian dan perkebunan.
Di sisi lain, usaha penangkapan ikan laut semakin diperluas dengan penambahan jumlah perahu, kapal motor dengan perlengkapannya, serta pelatihan bagi para nelayan.
Melalui penyelidikan biologi ikan dan teknologi penangkapan ikan serta pelestarian sumber-sumber perikanan, dilakukan identifikasi tempat-tempat yang banyak ikannya, khususnya jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi.
Dr. Abdurakhman dan Arif Pradono dalam buku berjudul Explore Sejarah Indonesia untuk SMA/MA menjelaskan bahwa inti dari Kasimo Plan, yaitu :
Melakukan intensifikasi pertanian dengan menanam bibit padi unggul di Jawa.
Mencegah penyembelihan hewan pertanian dan penggunaannya yang tidak perlu, serta melaksanakan sensus hewan yang memegang peranan penting dalam produksi pangan.
Membentuk kebun-kebun bibit di setiap desa.
Menanami tanah-tanah yang kosong di Sumatera Timur.
Melakukan program transmigrasi.
Demikianlah penjelasan tentang tujuan Kasimo plan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
