Tujuan Konferensi Meja Bundar dan Latar Belakangnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan Konferensi Meja Bundar memang menjadi hal yang menarik untuk diketahui masyarakat Indonesia. Sebab, diplomasi ini berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan dan negara.
Jadi, Konferensi Meja Bundar, atau biasa dikenal sebagai KMB merupakan salah satu bentuk diplomasi yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa antara Belanda dan Indonesia.
Berkat pertemuan ini, Indonesia dan Belanda berhasil mencapai beberapa kesepakatan, salah satunya pembentukan RIS. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak di bawah ini.
Latar Belakang dan Tujuan Konferensi Meja Bundar
Diplomasi merupakan bagian dari perjuangan bangsa untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan. Sebab, melalui ini, Indonesia bisa mendapatkan pengakuan kedaulatan.
Salah satu bentuk diplomasi yang paling terkenal adalah Konferensi Meja Bundar atau KMB, yang menjadi bentuk kesepakatan Indonesia Belanda dalam Perjanjian Roem-Royen pada 7 Mei 1949.
Iin Nur Insaniwati dalam bukunya berjudul Mohamad Roem: Karier Politik dan Perjuangannya 1924-1968 menjelaskan, tujuan KMB adalah untuk menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
Karena Indonesia ingin mendapatkan solusi, serta cara penyerahan kedaulatan yang sungguh, penuh, tidak bersyarat, dan sesuai persetujuan perjanjian Renville, maka dilaksanakanlah KMB.
Selain itu, beberapa tokoh yang terlibat juga berharap jika konferensi yang dimulai pada 1 Agustus 1949 ini bisa selesai secepat dan seadil mungkin, yakni dalam waktu enam minggu atau dua bulan.
Hasil Konferensi Meja Bundar
Setelah melakukan pertemuan dan diskusi, Indonesia dan Belanda berhasil mencapai sejumlah kesepakatan, di antaranya:
Indonesia menjadi negara serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat, sekaligus tergabung dalam UNI Kerajaan Belanda, yang saat itu dipimpin oleh seorang ratu.
Belanda menyerahkan kedaulatan sepenuhnya kepada RIS paling lambat akhir tahun 1949.
Kapal-kapal perang Belanda harus ditarik dari Indonesia. Namun, beberapa korvet atau kapal perang kecil diserahkan kepada RIS.
Seluruh hutang bekas Hindia Belanda ditanggung oleh RIS.
Masalah kedudukan Irian Barat akan dibicarakan paling lambat satu tahun setelah penyerahan kedaulatan.
Pasukan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan bergabung dalam pasukan Angkatan Perang RIS (APRIS). Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan di seluruh wilayah RIS.
Demikian penjelasan mengenai tujuan Konferensi Meja Bundar beserta latar belakang dan hasilnya. Semoga membantu! (RN)
