Konten dari Pengguna

Tujuan Oeang Republik Indonesia sebagai Kedaulatan Ekonomi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tujuan oeang republik indonesia, sumber foto: Robert Lens by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tujuan oeang republik indonesia, sumber foto: Robert Lens by pexels.com

Setiap Insan Kementerian Keuangan pasti memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober. Tujuan Oeang Republik Indonesia adalah menyehatkan perekonomian Indonesia yang saat itu mengalami inflasi tinggi.

Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai berlaku pada tanggal 30 Oktober 1946 pukul 00.00, sehingga setiap tanggal tersebut diperingati hari ORI. Penetapan ini berdasarkan dengan Keputusan Menteri Keuangan tanggal 29 Oktober 1946.

Dikutip dari buku Perekonomian Indonesia karya Danang Prio Utomo, MM., Muhammad Rapii, M.Pd., dan Huzain Jailani, M.Pd., di bawah ini ada tujuan diberlakukannya Oeang Republik Indonesia (ORI).

Tujuan Oeang Republik Indonesia

Ilustrasi tujuan oeang republik indonesia, sumber foto: Polina Tankilevitch by pexels.com

Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 memperlakukan ORI karena tujuan tertentu. Tujuan ORI adalah untuk menyehatkan perekonomian Indonesia yang pada saat itu mengalami inflasi tinggi.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberlakukan mata uang ORI karena Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. Sehingga ORI diterbitkan sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Kehadiran ORI juga akan menggantikan sejumlah mata uang yang sebelumnya digunakan oleh Belanda dan Jepang. Penerbitan ORI juga sebagai bentuk kedaulatan Republik Indonesia untuk menyehatkan ekonomi yang dilanda inflasi hebat.

Tindakan pertama yang dilakukan pemerintah Indonesia sebelum mengedarkan ORI adalah menarik uang invasi Jepang. Pemerintah Indonesia juga menarik uang Pemerintah Hindia Belanda dari peredaran.

Penarikan kedua uang ini dilakukan berangsur-angsur tidak secara langsung. Caranya dengan melakukan pembatasan pemakaian uang dan larangan membawa uang dari satu daerah ke daerah lainnya.

Jika ingin membawa uang tunai lebih dari 500, maka harus mendapatkan izin Menteri Keuangan terlebih dahulu. Bahkan uang invasi Jepang dan NICA tidak boleh dikeluarkan dari Jawa dan Madura.

Pada awal beredarnya ORI, setiap penduduk mendapatkan Rp 1 sebagai pengganti sisa uang invasi Jepang. Sayangnya peredaran ORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena beberapa faktor.

ORI sulit menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena faktor perhubungan, masalah keamanan dan juga pengaruh pihak lain. Mengingat sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

Tujuan Oeang Republik Indonesia (ORI) adalah untuk menyehatkan perekonomian Indonesia yang sedang mengalami inflasi tinggi. Penerbitan ORI juga sebagai bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap pihak Jepang dan Belanda. (DSI)