Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Tujuan Pemberontakan APRA: Latar Belakang dan Tokoh-tokohnya
18 Juni 2023 23:01 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
APRA atau Angkatan Perang Ratu Adil terjadi pada 23 Januari 1950 di Bandung. Peristiwa Kudeta APRA dilakukan pasukan KNIL atau Koninklijk Nederlands-Indische Leger. Tujuan pemberontakan APRA untuk mempertahankan negara federal RIS yang dipimpin Soekarno.
ADVERTISEMENT
Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling. Adapun pemberontakan ini muncul bukan tanpa sebab, melainkan ada latar belakang dan beberapa tokoh yang menyerukannya. Agar semakin paham, simak ulasan berikut!
Tujuan Pemberontakan APRA
Gamal Komandoko dalam buku berjudul Satu Buku Sejuta Ilmu! Ensiklopedia Pelajar dan Umum menjelaskan bahwa gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling yang didalangi Kolonialis Belanda karena ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia.
Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa gerakan ini bertujuan untuk mempertahankan berdirinya Negara Pasundan serta keberadaan tentara Pasundan.
APRA menuntut agar Pemerintahan Indonesia memenuhi tuntutan mereka. Namun, Pemerintahan Indonesia tidak menanggapi tuntutan dari APRA.
Tuntutan APRA adalah supaya pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) menghargai negara bagian, khususnya negara Pasundan, dan pemerintah RIS wajib mengakui APRA sebagai tentara Pasundan.
ADVERTISEMENT
Latar Belakang APRA dan Tokohnya
Munculnya pemberontakan APRA dikenal sebagai kelompok milisi pro Belanda di masa Revolusi Nasional Indonesia. Selanjutnya, untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan, APRA mengadakan gerakan menyerang dan menguasai Bandung pada tanggal 23 Januari 1950.
APRA bergerak terus sampai ke luar Bandung dengan tujuan menyebarkan kerusuhan. Pemerintahan Indonesia kemudian mengirimkan TNI ke Bandung dengan tujuan menumpaskan pemberontakan APRA.
Pertempuran hebat tersebut akhirnya terjadi di daerah Pacet, Jawa Barat. Kekuatan APRA bisa dilumpuhkan, tetapi Kapten Raymond Westerling berhasil melarikan diri ke Jakarta.
Westerling di Jakarta bergabung dengan Sultan Hamid II, kemudian merencanakan menangkap serta menculik sejumlah menteri, misalnya Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Mr. Budiarjo, dan Kolonel Simatupang.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi dari intelijen S. Parman dan kesigapan TNI, rencana keji tersebut bisa dicegah serta digagalkan. Sultan Hamid II pun ditangkap.
Namun, Kapten Raymond Westerling berhasil melarikan diri hingga ke Singapura menumpang pesawat Catalina dari Angkatan Laut Belanda pada 22 Februari 1950.
Itulah penjelasan tentang tujuan pemberontakan APRA hingga tokohnya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)