Usaha-usaha Menembus Blokade Ekonomi yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belanda melakukan blokade ekonomi pada Indonesia setelah masa kependudukan Jepang. Tapi Indonesia tidak tinggal diam dan melakukan usaha-usaha menembus blokade ekonomi.
Indonesia melakukan usaha-usaha menembus blokade ekonomi, baik melalui jalur udara dan laut. Simak penjelasan lebih lanjut melalui artikel di bawah ini.
Usaha-usaha Menembus Blokade Ekonomi
Dalam buku Sejarah SMP/MTs karya Nana Nurliana dan Sudarini Suhartono, dijelaskan bahwa Belanda melancarkan tindakan blokade ekonomi kepada Indonesia untuk mencegah kebangkitan perekonomian Indonesia.
Blokade tersebut sempat memberikan dampak buruk pada kondisi sosial ekonomi masyarakat, juga mengakibatkan kurangnya bahan impor.
Semangat masyarakat kembali bangkit saat negara India mengalami kekurangan bahan pangan dan pemerintahan Indonesia mampu mengirimkan 500.000 ton beras sebagai bantuan.
Saat itu, usaha menembus blokade ekonomi dengan cara penyelundupan dipusatkan di Sumatera, yang kemudian dilanjutkan ke Singapura, India, dan juga negara lainnya.
Penyelundupan itu sendiri dilakukan dengan dua cara, yaitu udara dan laut. Berikut penjelasannya:
Jalur Udara
Penyelundupan dilakukan oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) menggunakan pesawat peninggalan Jepang atau pesawat sewaan dari veteran Perang Dunia II.
Salah satu komoditi yang diselundupkan adalah emas dari Yogyakarta. Emas diselundupkan melalui pangkalan udara Gorda di Banten, berlanjut ke pangkalan udara Tabing di Bukittinggi.
Terakhir, pesawat akan melalui pangkalan udara Blang Bintang di Aceh, baru kemudian dilanjutkan ke negara tujuan. Selain itu, ada opium juga menjadi komoditi yang diselundupkan melalui jalur udara.
Jalur Laut
Penyelundupan melalui laut berfokus pada hasil perkebunan, hasil bumi, dan warga yang ingin pergi ke Singapura, Malaya, dan negara lainnya.
Beberapa tokoh penting dalam penyelundupan jalur laut adalah John Lee, O. P. Kusno, Ibrahim Saleh, dan Chris Tampenawas. Penyelundupan dilakukan oleh rakyat bekerja sama dengan Angkatan Laut Republik Indonesia.
Pelabuhan Tegal adalah salah satu pelabuhan yang kurang dipantau oleh Belanda, sehingga memudahkan dilakukan penyelundupan.
Kapal yang kembali dari luar negeri akan membawa berbagai kebutuhan, seperti senjata, obat-obatan, bahan pakaian, dan lain sebagainya.
Pemerintah RI juga membentuk perwakilan resmi di Singapura yang diberi nama Indonesian Office (Indoff). Indoff bertugas untuk menembus blokade Belanda dengan mengirim senjata dan peralatan perang.
Pemerintah RI mengadakan Konferensi Ekonomi I dan II untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia dengan hasilnya adalah melakukan perbaikan pabrik gula sebagai bahan ekspor penting.
Pemerintah RI mengadakan program Rencana Produksi Tiga Tahun 1948 - 1950, yang merupakan program swasembada pangan hasil pemikiran I. J. Kasimo.
Demikian adalah pembahasan mengenai usaha-usaha menembus blokade ekonomi yang dilakukan oleh Belanda di Indonesia. (SP)
