Wayang Krucil, Seni Pertunjukan yang Menjadi Warisan Budaya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Indonesia, ada berbagai jenis seni pertukaran khas budaya setempat yang sangat unik. Salah satunya adalah wayang krucil yang merupakan seni pertunjukan menarik dan menjadi warisan budaya.
Mengutip dari situs p2k.stekom.ac.id, seni pertunjukan sendiri merupakan suatu karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu.
Pertunjukan seni melibatkan empat unsur, yaitu ruang, tubuh si senimannya, waktu, hingga hubungan seniman dengan penonton. Seni pertunjukan adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptual.
Wayang Krucil
Wayang krucil merupakan salah satu seni pertunjukan di Indonesia yang menarik dan menjadi warisan budaya.
Dikutip dari situs etd.repository.ugm.ac.id, wayang krucil merupakan salah satu jenis wayang yang berkembang di nusantara.
Wayang Krucil juga sebuah kesenian yang awalnya dibuat dari kulit dan berukuran kecil, sehingga dikenal dengan nama tersebut. Dalam perkembangannya, wayang ini beralih menggunakan bahan kayu pipih dua dimensi, yang kemudian dikenal sebagai Wayang Klithik.
Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, di daerah Jawa Tengah wayang krucil memiliki bentuk yang mirip dengan wayang gedog.
Karakter dalam wayang krucil umumnya mengenakan dodot rapekan, membawa keris, serta memakai penutup kepala berbentuk kipas yang disebut tekes.
Di wilayah Jawa Timur, karakter dalam wayang krucil umumnya mirip dengan wayang kulit purwa, di mana para raja digambarkan mengenakan mahkota dan praba.
Sementara untuk di Jawa Tengah, tokoh raja biasanya hanya digambarkan dengan gelung Keling atau Garuda Mungkur.
Kisah yang dibawakan dalam pertunjukan wayang krucil biasanya bersumber dari masa Panji Kudalaleyan di Pajajaran hingga era Prabu Brawijaya di Majapahit.
Tak hanya cerita pada masa Panji Kudalaleyan saja, wayang krucil juga kadang mengadaptasi cerita dari wayang purwa, wayang menak, bahkan dari babad Tanah Jawa.
Masih dikutip dari Wayang Krucil - P2K Stekom, (2025), dalam situs p2k.stekom.ac.id, gamelan yang dipergunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang ini amat sederhana, berlaras slendro dan berirama playon bankomati (srepegan).
Namun, adakalanya wayang krucil menggunakan gendhing-gendhing besar. Demikianlah penjelasan tentang wayang krucil yang merupakan budaya seni pertunjukan unik dan menarik. (IF)
Baca juga: Asal Usul Wayang Kulit sebagai Kesenian Tradisional Asli Indonesia
