Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mataram pada Masa Puncak Kejayaan

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
13 Mei 2024 19:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi wilayah kekuasaan kerajaan mataram. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wilayah kekuasaan kerajaan mataram. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram pada puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Agung, berpusat di Pulau Jawa, terutama di Jawa Timur dan Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Artikel berikut akan memberikan pemaparan lebih lanjut tentang wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram pada abad ke-16.

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mataram

Ilustrasi wilayah kekuasaan kerajaan mataram. Foto: Pexels
Berdasarkan buku Sejarah karya Nana Supriatna, kerajaan Mataram banyak mendapat pengaruh Hindu dengan ibu kota berada di pedalaman Jawa.
Kehidupan politik di Kerajaan Mataram ditandai dengan adanya perebutan kekuasaan serta usaha perluasan wilayah sejak pemerintahan Senopati hingga Sultan Agung, yakni pada tahun 1613 - 1645.
Politik tersebut terus dilakukan dengan menaklukkan berbagai kerajaan kecil, baik yang berada di pesisir juga di pedalaman, sebagai usaha untuk mewujudkan keinginan menyatukan seluruh Jawa.
Hingga akhir masa pemerintahan Sultan Agung, wilayah kekuasaan Mataram membentang dari Jawa Timur ke Jawa Barat bagian timur, termasuk Cirebon dan Galuh.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Mataram tidak berhasil menaklukkan Kesultanan Banten yang juga menampung pelarian politik yang tidak menyukai kepemimpinan Sultan Agung.
Kerajaan Mataram juga bersaing dengan orang Portugal dan Belanda dalam perebutan wilayah, walau penyerangan terhadap dua kekuatan asing itu mengalami kegagalan.
Sultan Agung kala itu merasa cukup puas dengan wilayah kekuasaan mereka. Oleh karena itu, penyerangan terhadap kekuatan asing gagal karena lemah dalam kemampuan logistik.
Sultan yang menggantikan Sultan Agung tidak konsisten dalam menjalankan kebijaksanaan yang dirintis oleh pendahulu dalam hal perluasan wilayah.
Bahkan beberapa di antaranya justru bekerja sama dengan Belanda atau VOC. Hal itu juga yang menyebabkan masa kejayaan Kerajaan Mataram berhenti hingga di masa kepemimpinan Sultan Agung.
Belanda pada akhirnya mampu memecah belah Kerajaan Mataram hingga menjadi kerajaan kecil yang wilayahnya hanya berpusat di Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Melalui Perjanjian Giyanti, wilayah Mataram dibagi menjadi dua, yakni Daerah Kesultanan Yogyakarta dan Daerah Kasunanan Surakarta yang juga bertahan hingga saat ini.
Sejak itu pula, Kerajaan Mataram resmi berakhir setelah terpecah belah oleh Belanda. Pada 1813, kerajaan ini terdapat empat keluarga sultan dengan masing-masing wilayah kekuasaan.
Demikian adalah pembahasan mengenai wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram pada masa kejayaannya. (SP)