Zaman Praaksara di Indonesia: Pembabakan dan Ciri-cirinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zaman praaksara di Indonesia telah berlangsung selama berabad-abad yang lalu. Zaman praaksara terdiri dari sejumlah babak, yakni zaman batu, perunggu, serta besi.
Wijaya dalam Nekara: Peninggalan Seni Budaya dari Zaman Perunggu menyebutkan bahwa pada masa praaksara, kehidupan manusia masih cenderung primitif dan tradisional.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar zaman praaksara di Indonesia, simak selengkapnya di artikel berikut.
Zaman Praaksara di Indonesia
Zaman praaksara adalah suatu masa ketika manusia masih belum mengenal tulisan. Zaman ini terdiri atas beberapa babak. Adapun pembabakan dan ciri-ciri kehidupan zaman praaksara di Indonesia adalah.
1. Zaman Batu
Salah satu zaman praaksara di Indonesia adalah zaman batu. Zaman ini terbagi kembali menjadi sejumlah babak, antara lain.
Zaman Paleolitikum atau batu tua. Pada masa ini, manusia masih hidup secara berburu serta mengumpulkan makanan tingkat awal.
Zaman Mesolitikum atau batu tengah. Pada masa ini, manusia telah mulai mengumpulkan makanan tingkat lanjut dan berburu.
Zaman Neolitikum atau batu muda. Pada masa ini, manusia telah mulai bercocok tanam.
Zaman Megalitikum atau batu besar. Pada masa ini, manusia mulai meningkatkan kebudayaannya dengan membuat bangunan maupun benda-benda dari batu besar.
2. Zaman Tembaga
Zaman praaksara di Indonesia selanjutnya adalah zaman tembaga. Pada masa ini, manusia baru mulai mengenal logam. Beberapa peralatan telah menggunakan bahan dasar tembaga.
3. Zaman Perunggu
Zaman praaksara di Indonesia berikutnya adalah zaman perunggu. Pada masa ini, manusia purba mengenal perunggu dan membuat beberapa peralatan, seperti kapak corong atau kapak sepatu, candrasa, bejana perunggu, arca perunggu, moko, dan nekara.
4. Zaman Besi
Zaman praaksara di Indonesia yang terakhir adalah zaman besi. Pada masa ini, manusia mulai mengenal besi dan bisa mengolahnya dengan lebih sempurna.
Cara pengolahan yang dilakukan dengan meleburkan bijih besi serta menuangkannya ke cetakan. Sejumlah peninggalan yang ditemukan adalah mata sabit, mata kapak, mata pedang, cankul, dan lainnya.
Demikian berbagai informasi penting mengenai zaman praaksara di Indonesia dan pembabakannya. [ENF]
