Konten dari Pengguna

Zoroastrianisme: Agama Persia Kuno pada Masa Sebelum Islam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi agama persia kuno. Sumber: Rodolfo Clix/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi agama persia kuno. Sumber: Rodolfo Clix/pexels.com

Agama Persia Kuno yang dianut oleh masyarakat sebelum Islam adalah Zoroastrianisme. Agama ini telah ada sejak sekitar 3500 tahun yang lalu. Hal ini membuatnya menjadi salah satu agama tertua di dunia.

Menurut Khairi dalam Filsafat Timur yang Berasal dari Tiga Peradaban Kuno, Zoroastrianisme adalah agama yang dibawa oleh Zarathustra dan dianut oleh Kekaisaran Persia Kuno.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar agama Persia Kuno, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Agama Persia Kuno

Ilustrasi agama persia kuno. Sumber: Pixabay/pexels.com

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, agama Persia Kuno pada awalnya adalah Zoroastrianisme. Agama ini dibawa oleh Zarathustra. Periode ini terjadi sebelum wilayah Persia dikuasai oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Agama ini menjadi kepercayaan resmi yang wajib dianut oleh masyarakat Persia pada masa pemerintahan Kekaisaran Sassania. Kepercayaan Zoroastrianisme ini berasal dari masyarakat Asia Tengah yang menyembah Dewa Ahura Mazda.

Menurut kepercayaan masyarakat penganutnya, dewa tersebut mengikuti perang suci melawan Ahriman serta setan. Dalam perkembangannya, para pemuka agama Zoroastrianisme ini memperoleh kedudukan tinggi lantaran menjadi agama resmi bagi Kekaisaran Persia sebelum Islam.

Bahkan, apabila para penguasan kerajaan tidak menaati pemuka agama, maka bisa mendapatkan dampak yang cukup fatal. Itulah sebabnya, para penguasa sangat memperhatikan dan patuh terhadap pemuka agama.

Hal itu pun membuat rakyat terpaksa diam dan menerima kehidupan yang tidak adil karena kurangnya perhatian. Selain itu, rakyat juga harus membayar pajak tinggi dan diwajibkan untuk mengikuti perang.

Meski begitu, pada masa pemerintahan Koresh Agung, rakyat diizinkan untuk menganut kepercayaannya sendiri dan penuh rasa toleransi. Sayangnya, usai masa pemerintahan Kekaisaran Persia Pertama, hal ini pun semakin menurun.

Pada perkembangan selanjutnya, Kekaisaran Persia pun berakhir pasca dikalahkan oleh Khalifah Umar bin Khattab yang mengirimkan panglima Khalid bin Walid. Sejak saat itu, penganut Zoroastrianisme pun mulai menurun dan Persia menjadi wilayah yang menganut agama Islam.

Bahkan, Kekaisaran Persia pun turut menganut agama Islam. Para rakyat pun hidup lebih sejahtera di bawah pemimpin yang amanah.

Demikian beberapa informasi mengenai agama Persia Kuno. [ENF]