Pentingnya Dukungan Orang Tua dalam Mengurangi Stres Belajar Anak

Mahasiswa jurusan Psikologi di Universitas Pembangunan Jaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sekar Ainiyya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah anda memberi dukungan kepada anak berupa perhatian dan penghargaan ketika ia belajar? Tahukah anda kalau ada dan tidak adanya dukungan yang anda berikan mempengaruhi hasil belajar anak?
Orang tua itu ada yang mengarahkan masa depan anaknya agar nanti mereka dapat hidup dengan enak, tetapi kadang tuntutan orang tua dalam menuruti kemauan mereka itu justru dapat membebani sang anak. Harapan yang terlalu tinggi kepada akademik anak ini yang nantinya dapat menjadi sebab stres pada anak.
Stres Itu Apa dan Kok Bisa Seseorang Stres Belajar?
Stres itu keadaan di mana seseorang mencoba menghadapi peristiwa di lingkungan atau stimulus yang dianggapnya mengancam. Singkatnya stres itu keadaan di mana seseorang tertekan baik secara fisik maupun mental.
Nah, stres belajar ini bisa terjadi jika seseorang merasa ada tekanan internal maupun eksternal yang membuatnya belajar secara ekstra. Seperti ketika seorang anak memiliki tugas-tugas dengan deadline yang dekat dan hampir bersamaan, tentu ini menjadi beban karena terbatasnya waktu penyelesaian tugas.
Contoh eksternalnya, ketika orang tua berharap anaknya bisa masuk jurusan kedokteran di suatu universitas negeri, padahal anaknya merasa bahwa ia kurang mampu secara akademik untuk masuk ke jurusan itu, jadinya anak ini belajar dengan keras karena merasa bahwa ia perlu memenuhi harapan orang tuanya.
Akibat dari Stres Belajar
Stres tidak selalu berdampak buruk. Sebenarnya stres yang dalam batas wajar itu penting dan bagus karena hal itu yang memotivasi seseorang untuk mencapai tujuannya. Tetapi menurut Prawitasari dalam Idris et al. (2018), terlalu banyak stres akan membuat orang menderita, yang akan mempengaruhi kesehatan dan prestasi akademik mereka.
Stres yang ekstrem atau berkelanjutan akan memicu respons emosional dan mengurangi kesejahteraan emosi. Respons psikologis yang bisa saja dialami itu sulit berkonsentrasi, takut, dan putus asa. Selain itu, Stres belajar juga dapat berdampak terhadap fisik seperti sakit perut, sakit kepala, serta penurunan daya tahan tubuh (Wulandari dalam Idris et al., 2018).
Kenapa Dukungan Orang Tua Penting?
Sebenarnya bukan hanya dukungan orang tua, melainkan dukungan sosial. Keluarga, teman dekat, dan lingkungan kerja merupakan contoh sumber dukungan sosial. Melalui perhatian dan afirmasi, dukungan sosial membantu anak menangani kesulitan yang difokuskan untuk menurunkan reaksi stres. Menurut Indati dalam Ernawati et al. (2015), pengaruh dukungan sosial yang diberikan oleh orang tua sangat besar karena semakin besar dukungan yang diberi orang tua maka semakin besar pula self efficacy anak.
Jadi, daripada memaksa atau memberi tekanan kepada anak lebih baik sebagai orang tua memberi perhatian dan penghargaan ketika anak berhasil dalam mencapai sesuatu.
Daftar Pustaka
Grison, S. & Gazzaniga, M. S. (2019). Psychology in your life (3rd ed). W. W. Norton & Company.
Passer, M. W. & Smith, R. E. (2019). Psychology the science of mind and behaviour (3rd ed). McGraw-Hill Education.
Handono, O. T., & Bashori, K. (2013). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial terhadap stres lingkungan pada santri baru. Empathy, 1(2), 78-79.
http://dx.doi.org/10.12928/empathy.v1i2.3005
Idris, I., & Pandang, A. (2018). Efektivitas problem focused coping dalam mengatasi stres belajar siswa pada pelajaran matematika. Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling, 4(1), 63-68.
https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i1.5896
Meiriana, A. (2016). Hubungan antara coping stress dan dukungan sosial dengan motivasi belajar pada remaja yang orang tuanya bercerai. Psikoborneo, 4(2), 240-247.
http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i2.4007
Ernawati, L. (2015). Dukungan sosial orang tua dan stres akademik pada siswa SMK yang menggunakan kurikulum 2013. Empati, 4(4), 26-31.
https://doi.org/10.14710/empati.2015.13547
