Konten dari Pengguna

Bahan Ajar Yang Mengakomodasi Gaya Belajar Peserta Didik

SEKAR ANGGUN EKA PRASASTI

SEKAR ANGGUN EKA PRASASTI

S1 Fisika - UNY 2013 S1 PGSD - UT 2016 PPG PGSD UAD - sekarang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEKAR ANGGUN EKA PRASASTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahan ajar merupakan sebuah materi yang dibuat oleh guru untuk menyampaikan mteri pelajaran yang akan disampaikan. Bahan ajar yang dibuat secara sederhana ternyata belum maksimal untuk digunakan dalam pembelajaran. Peserta didik mempunyai gaya belajar berbeda-beda. Perbedaan itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga membentuk gaya belajar yang cenderung mengarah ke penglihatan, pendengaran, atau gerak tubuh. Gaya belajar anak usia dini tidak hanya sebatas mendengarkan saja, ada beberapa gaya belajar yang harus dimengerti meliputi gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan. Gaya belajar ini lebih banyak beraktifitas pada gambar dan sedikit berbicara. Gaya belajar auditori berfokus pada pendengaran. Sedangkan gaya belajar kinestetik berfokus menggunakan gerakan. Gaya belajar kinestetik mempunyai indikator suka belajar dengan gerakan. Hal tersebut memicu untuk mengubah cara penyampaian materi. Penyampaian materi menggunakan media yang menarik didalamnya dapat diterima oleh semua peserta didik dengan gaya belajar yang dimilikinya. Penyampaian materi dapat diterima dan bermakna oleh peserta didik jika cara yang digunakan tepat. Gaya belajar setiap anak memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga dalam proses pembelajaran, seorang guru memerlukan pendekatan yang beragam.

Inovasi baru yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik tersebut dengan differensiasi gaya belajar yaitu bahan ajar digital dengan menerapkan differensiasi konten (gaya belajar : audio, visual, kinestetik). Bahan ajar digital tersebut memanfaatkan web pembelajaran. Web pembelajaran yang dimaksud adalah Microsoft word 365. Kemudian untuk memodifikasi bahan ajar menggunakan sway yang ada pada Microsoft 365. Di dalam sway tertulis dengan lengkap bagaimana cara penggunaannya, daftar isi, kata pengantar dan penutup agar dapat diterima baik semua peserta didik dengan gaya belajar yang berbeda. Modul ajar ini dapat diakses dimanapun peserta didik berada. Peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditori, visual dapat memahami materi lewat youtube yang ada di dalam modul tersebut. Sedangkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik dapat secara langsung memahami materi melalui project yang ada dalam modul. Penggunaan modul ajar digital tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gaya belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dapat diterima semua peserta didik dan bermakna.

Berikut adalah link hasil pembuatan bahan ajar yang mengakomodasi gaya belajar sehingga peserta didik dapat memahami materi yang disampikan.https://sway.office.com/XqXyy9wloSkaWPnJ?ref=Link

Bahan ajar melalui tayangan PPT mengakomodasi gaya belajar visual peserta didik SDN 2 Wates. Sumber: Foto Sekar Anggun Eka Prasasti
Bahan ajar berupa video yang mengakomodasi gaya belajar audio visual peserta didik SDN 2 Wates. Sumber: Foto Sekar Anggun Eka Prasasti
Bahan ajar berupa proyek mengakomodasi gaya belajar kinestetik peserta didik SDN 2 Wates. Sumber: Foto Sekar Anggun Eka Prasasti
Bahan ajar berupa proyek mengakomodasi gaya belajar kinestetik peserta didik SDN 2 Wates. Sumber: Foto Sekar Anggun Eka Prasasti