Polemik Aturan Baru Biaya Kuliah di Norwegia bagi Mahasiswa Internasional

PR & Media. Independent Analyst.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sekarsari Sugihartono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Norwegia merupakan negara yang terkenal dengan taraf dan kualitas hidup masyarakatnya yang tinggi, maka dari itu banyak mahasiswa tidak hanya dari Indonesia namun seluruh dunia ingin menimba ilmu ke negara tersebut.
Norwegia telah terkenal sebagai negara yang memberikan biaya kuliah gratis bagi semua mahasiswa, dengan sumber dana bantuan dari pemerintahan nya. Mahasiswa hanya diwajibkan membayar biaya kontribusi sebesar 1.180-1.650 NOK per tahun yang setara dengan Rp 1,7 juta sampai Rp 2,5 juta per tahun.
Namun pada tanggal 10 Januari 2022, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Norwegis, Ola Borten Moe, mengatakan dalam konferensi dengan perguruan tinggi bahwa Pemerintah, Partai Konservatif, Partai Kiri Sosialis, dan Partai Progresif telah mendukung adanya pemberlakuan aturan baru atas biaya kuliah bagi mahasiswa internasional yang akan belajar di Norwegia.
Dalam argumennya, sejauh ini para mahasiswa Norwegia yang belajar di luar negeri tetap membayar biaya kuliah mereka, sehingga tidak ada salahnya apabila hal yang sama diberlakukan di Norwegia untuk para mahasiswa internasional.
Dengan diberlakukannya aturan baru yang secara resmi mewajibkan para mahasiswa baru membayar biaya kuliah, beberapa universitas di Norwegia telah merilis daftar jumlah biaya yang harus dikeluarkan di tiap jurusan nya.
Mengenai biaya kuliah, setiap institusi pendidikan atau universitas akan memiliki keleluasaan untuk menetapkan harga kuliah, yang menurut Kementerian Pendidikan harus menanggung setidaknya semua biaya yang biasanya dimiliki oleh universitas negeri sehubungan dengan mahasiswa internasional yang belajar di Norwegia.
Biaya juga hanya akan berlaku untuk pendaftaran baru, sehingga siswa internasional yang sudah belajar di program studi di Norwegia tidak perlu membayar biaya mulai Musim Gugur tahun 2023.
University of Stavanger telah merilis biaya untuk gelar pascasarjana dalam bidang teknologi, ilmu alam, dan seni pertunjukan sebesar NOK 150.000 atau sekitar Rp 225.450.000 sedangkan sekolah bisnis, humaniora, dan master kesehatan akan menelan biaya sekitar £10.200 atau Rp 188.300.000.
Biaya untuk sarjana akan lebih murah sekitar £ 6.500 atau Rp 120 juta rupiah per tahun. Inland Norway University of Applied Sciences juga telah merilis biaya kuliah untuk satu tahun pertama yaitu sebesar NOK 250.000 atau sekitar Rp 375,5 juta.
Para universitas tersebut belum menentukan batas waktu pembayaran bagi mahasiswa yang akan memulai kuliah, dikarenakan masing-masing dewan universitas masih menunggu perubahan aturan ini untuk diresmikan.
Banyak kekhawatiran yang muncul dari aturan ini, dikarenakan masih prematur maka banyak kebingungan akan bagaimana biaya kuliah harus dikalkulasikan.
Sejauh ini, komite sudah dibentuk untuk mengatasi masalah tersebut, yang terdiri dari Universities of Bergen, Tromsø, Oslo, serta Norwegian University of Science and Technology. Banyak yang yakin jika aturan ini diberlakukan, jumlah para mahasiswa internasional di luar wilayah Uni Eropa akan menurun drastis dan merugikan Norwegia dalam cadangan sumber daya dan tenaga kerja manusia.
Hal ini tentu nya menjadi polemik baik bagi pemerintah Norwegia maupun organisasi mahasiswa di seluruh dunia. Di satu sisi Norwegia akan kehilangan banyak calon sumber daya manusia yang berpotensi, di sisi lain apabila aturan ini diberlakukan, maka jumlah penghematan anggaran dan kapasitas pendidikan yang akan dibebaskan diperkirakan sekitar 1,2 miliar kroner sehingga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang lain.
