Konten dari Pengguna

Membangun Budaya Transportasi Publik Beretika, bersama KreatorHub & MRT Jakarta

Selamet Hariadi

Selamet Hariadi

Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Selamet Hariadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah meningkatnya mobilitas warga kota, transportasi publik kini menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang masyarakat. Padatnya aktivitas, perbedaan kebiasaan, hingga ritme kehidupan urban yang serba cepat menjadikan etika dan saling menghormati sebagai kunci kenyamanan bersama terutama di ruang publik modern seperti MRT.

Berangkat dari realitas tersebut, platform komunitas digital Kreatoria.co melalui program podcast KreatorHub berkolaborasi dengan MRT Jakarta menghadirkan episode spesial bertajuk “Meningkatkan Kesadaran Beretika untuk Kenyamanan Bertransportasi Umum di Lingkungan MRT, #BudayaMRT” pada 28 Desember 2025 di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan mengajak masyarakat memahami pentingnya norma dan etika universal demi membangun budaya bertransportasi yang lebih tertib dan nyaman.

 Rekaman podcast di HelloLive (dok.pri)
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman podcast di HelloLive (dok.pri)

Rekaman podcast yang berlangsung di HelloLive, MRT Business Space, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, menghadirkan Rendy Primartantyo, Division Head PT MRT Jakarta. Dalam sesi tersebut, ia menekankan bahwa MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai “ruang ketiga” yang menjembatani kehidupan di rumah dan di tempat kerja.

MRT Jakarta itu seperti melting pot, tempat orang dari berbagai latar belakang bertemu. Budaya bertransportasi publik di sini terbentuk dari akumulasi etika individu yang saling menghormati. Etika yang dilakukan berulang-ulang menjadi kebiasaan, dan akhirnya membentuk budaya para penumpang itu sendiri,” ujar Rendy dalam sesi podcast tersebut.

Dari Etika Pribadi ke Budaya Kolektif

Menambahkan pandangan mendalam mengenai etika, Rendy menegaskan bahwa budaya tertib yang kini terlihat di stasiun MRT bukanlah hasil dari paksaan aturan semata, melainkan akumulasi dari etika individu penggunanya. Ia menolak anggapan bahwa ini semata-mata "Budaya MRT", melainkan lebih tepat disebut sebagai "Budaya Para Penumpang MRT".

"Etika itu dibawa oleh masing-masing orang dari rumah. Ketika etika saling menghormati ini dilakukan secara berulang-ulang di ruang publik, ia menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan kolektif inilah yang akhirnya mengkristal menjadi budaya," jelas Rendy. Contoh nyata dari budaya ini adalah perilaku mendahulukan penumpang turun serta kesadaran berdiri di sisi kiri eskalator untuk memberi jalan bagi yang terburu-buru, yang telah diperkenalkan sejak awal operasional tahun 2019 dan kini dijalankan secara otomatis oleh penumpang.

Inklusivitas dan Gaya Hidup Urban

Selain membahas etika seperti budaya mengantri dan berdiri di sisi kiri eskalator, podcast ini juga menyoroti komitmen MRT Jakarta terhadap inklusivitas. Rendy menegaskan bahwa MRT Jakarta menyediakan fasilitas ramah disabilitas, termasuk penyediaan pin khusus bagi penumpang prioritas (ibu hamil, penyandang disabilitas, dan teman Tuli) untuk memudahkan identifikasi oleh petugas keamanan maupun staf, guna memastikan bantuan dapat diberikan dengan cepat dan tepat..

Lebih jauh, MRT Jakarta kini telah berkembang menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang mendukung gaya hidup urban. Kawasan seperti Blok M dan Dukuh Atas kini menjadi pusat aktivitas publik, mulai dari wisata kuliner, ruang seni di Creative Hub, hingga tempat berkumpul komunitas.

Podcast di HelloLive (dok.pri)

Bisa Jadi Rekomendasi Liburan Akhir Tahun

Menjelang pergantian tahun, MRT Jakarta juga membagikan tips berwisata di dalam kota yang aman dan nyaman. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan MRT guna mengunjungi destinasi populer seperti pusat perbelanjaan di sepanjang jalur MRT, kawasan kuliner Blok M, hingga Gelora Bung Karno (GBK), tanpa perlu khawatir akan kemacetan dan parkir.

Untuk malam tahun baru di sekitar Bundaran HI, biasanya MRT beroperasi lebih lama, bahkan hingga pukul 02.00 pagi, untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun,” tambah Rendy.

Episode lengkap podcast ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube @KreatorHub, sekaligus dibagikan dalam format konten singkat di berbagai media sosial resmi Kreatoria.co untuk menjangkau audiens yang lebih luas.