Konten Media Partner

Jembatan Siak IV Diresmikan Usai Empat Kali Ganti Gubernur Riau

Selasar Riauverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
GUBERNUR Riau, Wan Thamrin Hasyim, membubuhkan tanda tangannya di atas prasasti penanda peresmian Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, Kamis, 14 Februari 2019.
zoom-in-whitePerbesar
GUBERNUR Riau, Wan Thamrin Hasyim, membubuhkan tanda tangannya di atas prasasti penanda peresmian Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, Kamis, 14 Februari 2019.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Peresmian Jembatan Siak IV yang menghubungkan antara ujung Jalan Sudirman dengan Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai, dengan dipisahkan Sungai Siak, Kamis, 14 Februari 2019, terkesan dipaksakan.

Kondisi ini diperparah belum adanya rekomendasi laik atau tidak jembatan diberi nama dengan nama Sultan Siak Keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit ini untuk dilalui oleh kendaraan di atasnya dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman menilai peresmian Jembatan Siak IV terkesan terburu-buru, pasalnya hasil tes uji kelayakan jembatan tersebut belum keluar.

"Loading test-nya sudah, tapikan hasilnya belum ada dan masih dalam pengkajian, bagaimana kita meresmikannya kalau hasilnya belum ada?" kata laki-laki akrab disapa Dedet ini, Kamis, 14 Februari 2019.

Dari awal digagas pembangunannya, Jembatan Siak IV ini juga berliku-liku. Diawali dari rencana oleh Gubernur Riau Saleh Djasit tahun 2001 dengan menggunakan konsultan perencanaan dari CV Sigma Momen.

embed from external kumparan

Setelah rampung, kemudian berlanjut pada studi kelayakan di 2006 disertai review desain setahun kemudian, 2007, oleh PT Diantama Rekanusa.

Jembatan memiliki panjang 830 meter ini kemudian dikerjakan dengan tahun jamak (multi years) mulai 2009 hingga 2013 oleh kontraktor sama di masa kepemimpinan Rusli Zainal sebagai gubernur.

Namun, baru memulai pekerjaannya, di tahun sama malah digantikan oleh PT Istaka Karya. Pada saat itu, kontraktor mengerjakan struktur bangunan berada di bawah sisi Kecamatan Rumbai, seberang, dibiayai APBD.

Berlanjut tahun 2010. Jembatan dialihkan dan dikerjakan PT Palas Bukit Tangguh dengan pekerjaan sama hingga masa kontrak mereka habis.

Kemudian dilanjutkan kembali PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P. Mereka mengerjakan struktur bangunan bawah dan pengaman tebing di lokasi yang sama.

Berlanjut di 2010-2013. Kontraktor berganti dikerjakan seacar bersama-sama (KSO) antara PT PP dengan Waskita Karya dan Hutama Karya. Mereka mengerjakan sisi jalan di Jalan Jenderal Sudirman.

Tahun 2013 hingga 2017, di masa awal-awal Annas Maamun menjabat Gubernur Riau, jembatan ini juga tak dirampungkan pengerjaannya. Padahal, hasil audit pengerjaan sudah mencapai 70 persen.

Annas Maamun dimasukkan penjara oleh KPK, pengerjaan terhenti hingga Gubernur Riau berikutnya, Arsyadjuliandi Rachman, tahun 2018, melanjutkan kembali pembangunan.

Memasuki tahun 2017, bangunan kembali dilanjutkan pengerjaannya. Namun dengan pertimbangan harus melakukan kajian, analisa dan review pada kondisi jembatan.

Dimana, harus sesuai dengan kaidah peraturan merupakan syarat utama pengerjaan yang dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD hingga memasuki tahun anggaran saat ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Riau (PUPR) Riau, Dadang Eko Purwanto menyebutkan bahwa Rp 440 miliar digelontorkan dari uang daerah untuk proyek ini.

Jembatan Siak IV dibuat menyerupai jembatan Barelang dan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Siak. Namun, perbedaannya terletak pada bagian menara yang hanya berjumlah satu buah saja.N

JEMBATAN Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Ciri-ciri lain dari icon Kota Pekanbaru ini ialah memiliki cable Stayed dengan struktur penyangga kabel bundel strand cable berdiameter 0,6 inchi dengan tujuh kawat baja yang disusun dengan satu inti. Oleh kalangan para kontraktor dengan nama 7-wire strand 0,6.

Berikut ini Spesifikasi jembatan Siak IV:

Panjang : 830,00 m

Lebar : 20,00 m

Bentang utama: 155 m

Jenis jembatan : Cable stayed single pylon H = 75 meter.

Tipe lintasan : Sungai

Tanggal mulai : 2009

Latitude (GPS) : 0.538998000

Longitude (GPS) : 101.44755000

Lebar lantai kendaraan: 20.00 m

Bahan permukaan lantai 1: Beton bertulang

Bahan permukaan lantai 2: Aspal

Panjang bentang: 155 meter

Total anggaran : Rp. 440 miliar.