News
·
3 Mei 2019 20:53

Jokowi Kembalikan 2.800 Hektare Lahan, Warga Sinamanenek Sujud Syukur

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Jokowi Kembalikan 2.800 Hektare Lahan, Warga Sinamanenek Sujud Syukur (139494)
Kepala Desa Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Rakhman Chan (kiri) berfoto bersama Gubernur Riau, Syamsuar (samping Wapres)
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Warga Desa Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, sujud syukur bersama-sama usai Salat Jumat, setelah mengetahui Presiden Joko Widodo memerintahkan PTPN V untuk mengembalikan lahan seluas 2.800 hektare ke mereka.
ADVERTISEMENT
Selama 30 tahun masyarakat berhadapan dengan PTPN V untuk menuntut hak atas tanah ulayat (adat) yang dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
"Saya sekarang masih di Jakarta, tapi tadi sudah saya sampaikan, mereka langsung sujud syukur tadi setelah Salat Jumat," kata Kepala Desa Sinamanenek, Abdoel Rakhman Chan, Jumat (3/5), kepada SELASAR RIAU.
Rakhman ikut dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara bersama Presiden Joko Widodo, Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Kampar Catur Sugeng. Tak sendiri, ia juga didampingi tokoh masyarakat Kabupaten Kampar. Rakhman bersyukur keputusan rapat terbatas karena dihadiri langsung Dirut PTPN V.
"Sudah 30 tahun kami berjuang, Alhamdulillah hari ini kami bisa mendapatkan hak kami atas tanah sejumlah 2.800 hektar tersebut," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam keputusan tersebut, Rakhman mengatakan Presiden Jokowi memberikan sejumlah catatan terkait peralihan lahan tersebut.
Bagi petani yang mendapatkan lahan tersebut, kata Rakhman, harus bisa mengurus surat administrasinya paling lambat selama 15 hari terhitung hari ini.
"(Selama) 30 hari, kemudian Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kampar harus menyelesaikan sertifikasi lahan untuk calon pemilik lahan sejumlah 1.400 KK ini," jelasnya.
Setelah semua sudah tersertifikasi, dua pekan setelahnya Jokowi akan menyerahkan langsung sertifikat tanah tersebut kepada anak kemenakan asli Sinamanenek, bukan pendatang.
Diakui Rakhman, seluruh catatan tersebut bukanlah perkara yang sulit, sebab pihaknya sendiri sudah mempersiapkan segalanya sejak awal perjuangan dahulu.
"Peta pembagian lahan ini sudah selesai dengan tim yang telah terbentuk, karena kami kan sudah 30 tahunan berjuang untuk ini," tutupnya.
ADVERTISEMENT