kumparan
23 Agu 2019 15:57 WIB

Lulusan Akabri 1987 Ini Diancam Tembak oleh Kombes Pejabat BNN Riau

KOMBES Pol Iwan Eka Putra (baju biru) saat cekcok mulut dengan Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, Jumat dinihari, 23 Agustus 2019, di Grand Dragon Pub dan KTV. Agus merupakan lulusan Akabri 1987.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru, Agus Pramono, mengakui ia diancam oleh Kombes Pol Iwan Eka Putra, Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.
ADVERTISEMENT
Ancaman tembak itu dilontarkan Iwan saat Satpol PP Pekanbaru melakukan razia dan menanyakan kelengkapan perizinan di Grand Dragon Pub dan KTV, Jalan Kuantan III, Pekanbaru, Jumat dini hari, 23 Agustus 2019.
Mantan Kepala Staf Korem 031/Wira Bima menaungi Provinsi Riau itu mengatakan perilaku tidak terpuji diperlihatkan Kombes Iwan akan diteruskannya ke Kepala BNNP Riau dan Kapolda Riau.
"Saya pikir nanti koordinasi dengan Kepala BNN Riau, termasuk dengan Kapolda Riau. Perbuatan itu kurang baik menurut saya dan tidak benar menghalang-halangi saya dalam melakukan penertiban," jelas lulusan Akabri 1987 matra Angkatan Darat tersebut.
Bahkan, dalam rekaman video direkam beberapa wartawan, Kombes Iwan diduga melontarkan ancaman ingin menembak Agus Pramono.
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman itu, tangan Kombes Iwan ditahan beberapa satpam Grand Dragon.
"Menghalangi penertiban. Dan berkata ingin menembak saya. Saya tidak suka itu. Dia mengatakan kata-kata kotor," kata Agus saat jabat Kasrem 031/Wira Bima berpangkat Letkol Inf selama tiga tahun, 2009-2011.
Ketika pengancaman tersebut dilakukan, tuturnya, keduanya dilerai oleh petugas keamanan Grand Dragon.
"Kita tidak terima kalau razia ini dibilang tidak ada gunanya. Kita merazia atas aturan. Kita banyak keluhan dari warga tentang banyaknya hiburan malam yang menyalahi aturan," imbuhnya.
Razia dan Penertiban yang dilakukan Satpol PP Pekanbaru sejak Kamis malam itu mengamankan 16 orang di tempat berbeda. Dengan rincian 14 wanita dan dua pria.
Sementara itu, Kombes Iwan Eka Putra, mengatakan ia berada di sana karena dapat informasi akan ada transaksi narkoba di depan pintu masuk Grand Dragon.
ADVERTISEMENT
"Lalu saya atur anggota untuk berpencar di tempat-tempat memungkinkan jika pelaku kabur. Pas keluar lift, saya dihentikan (Satpol PP), ditanya ngapain di sini. Tidak mungkin saya jawab lagi penyelidikan, namanya juga undercover,” jelas Iwan.
Ia mengatakan, saat ini persoalan dia dengan Agus sudah selesai dan tidak ada masalah. “Sudah, sudah selesai, hanya salah paham saja,” katanya.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·