4.000 Hektare Lahan di Riau Terbakar

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga Rabu (31/7) hampir mencapai 4.000 hektare (ha).
Perinciannya, Kabupaten Rokan Hulu 2 hektare, Rokan Hilir 874 hektare, Bengkalis 1.468 hektare, Meranti 232 hektare, Siak 479 hektare, Kampar 92 hektare, Pelalawan 134 hektare, Inhu 76 hektare, Inhil 242 hektare, Kuansing 5 hektare, Kota Dumai 280 hektare, dan Kota Pekanbaru 76 hektare.
Untuk memadamkan 4.000 ha lahan terbakar tersebut, diturunkan lima unit helikopter ke sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Dengan rincian, tiga unit helikopter dikerahkan di Kecamatan Langgam dan Kabupaten Pelalawan, sedangkan dua unit lagi di Kabupaten Bengkalis.
Kelima unit helikopter ini melakukan pengeboman air dari udara atau water bombing di lokasi lahan terbakar.
Untuk wilayah Kabupaten Pelalawan, kebakaran lahan terjadi di sejumlah lokasi. Di antaranya di Desa Bedagu, Penarikan, dan Lubuk.
Sedangkan di Bengkalis kebakaran lahan terjadi di Selat Baru, Kecamatan Bantan.
"Hari ini Satgas (Satuan Petugas) udara melakukan water bombing di Langgam Pelalawan dan Bengkalis. Ada lima heli kita turunkan hari ini, tiga di Pelalawan dan dua di Bengkalis," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, Rabu (31/7).
Selain upaya pemadaman kebakaran lahan, Satgas Gakkum Karhutla Riau juga sudah mengamankan belasan pelaku yang diduga membakar lahan.
Tercatat, Satgas Gakkum sudah mengamankan 18 orang diduga pelaku pembakar lahan sepanjang tahun 2019, yakni satu kasus di Inhil, dua kasus di Inhu, satu kasus di pelalawan, tiga kasus di Rohil, tiga kasus di Bengkalis, lima kasus di Dumai, dua kasus di Meranti, dan satu kasus di Pekanbaru.
"Dari 18 pelaku yang diamankan oleh Satgas Gakkum itu, 16 pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan yang sudah tahap II ada 12 orang tersangka," katanya.
