Konten Media Partner

Kakak Kandung Tikam Adik Perempuan Pakai Parang hingga Kritis

Selasar Riauverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kakak Kandung Tikam Adik Perempuan Pakai Parang hingga Kritis
zoom-in-whitePerbesar

KONDISI Afrina saat kritis saat menjalani perawatan di RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

SELASAR RIAU, PELALAWAN - Lagi enak duduk-duduk di teras depan rumah, tiba-tiba orang tua korban tersentak. Anak laki-lakinya, BJS (35), sebelum itu masih berada di samping mereka, sudah tidak ada lagi.

Di saat bersamaan, dari dalam rumah terdengar suara gaduh disusul jeritan minta tolong. Suara perempuan tersebut berasal dari dapur rumah. Jarum jam ketika itu menunjukkan sekitar pukul 20.20 WIB. Rumah mereka berada di Jalan Pemda Gang Wajib Senyum, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Mendengar jeritan tersebut, orang tua korban berlari ke arah asal sumber suara. Betapa terkejutnya orang tua ketika menemukan korban terduduk di lantai dengan kepala berlumuran darah.

Sementara, pelaku, abang kandung korban, Jaka berdiri di depan korban, l Afrina Rosa, sambil memegang sebilah parang di tangan kanannya, sambil memarahi adik perempuannya.

"Setelah orang tuanya melihat, pelaku pergi meninggalkan korban dan rumah," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi, Jumat (26/10).

Akibatnya, Afrina mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan. Selanjutnya, keluarga membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, Pangkalan Kerinci, guna mendapatkan pertolongan dan perawatan medis.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, tersangka BJS diduga mengalami stres dan gangguan kejiwaan. Terkadang, pelaku kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Dugaan ini perkuat dengan kartu kontrol berobat gangguan jiwa dikeluarkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru

"Pelaku ini punya kartu 'kuning' istilahnya. Tapi kalau menentukan ia gangguan jiwa, itu nanti tugas dokter. Diduga dia stres," ujar Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Usril.

Namun, tuturnya, pelaku masih bisa berkomunikasi dengan lancar saat diperiksa polisi. Jaka mengaku tega membacok adik perempuannya gara-gara ada masalah sepele.

Kemudian, pelaku mengambil sebilah parang di dapur dan mengayunkannya hingga beberapa kali ke kepala adiknya. "Tak hanya luka di bagian kepala, jari jempol tangan sebelah kanan korban juga putus karena dibacok," ungkap Usril.

Usai menyabet sang adik berprofesi guru itu, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Pangkalan Kerinci, usai dilaporkan keluarga. Sementara, korban belum bisa dimintai keterangan lantaran belum pulih dan dirawat intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.