Konten Media Partner

Aneh, Ada Trotoar Naik Turun di Pekanbaru

Selasar Riauverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SEORANG pejalan kaki melintas di atas trotoar yang dibangun di Jalan Meranti, Senapelan, Pekanbaru. (FOTO: SELASAR RIAU/RAMADHI DWI PUTRA)
zoom-in-whitePerbesar
SEORANG pejalan kaki melintas di atas trotoar yang dibangun di Jalan Meranti, Senapelan, Pekanbaru. (FOTO: SELASAR RIAU/RAMADHI DWI PUTRA)

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Ada pemandangan tak lazim terlihat di Jalan Meranti, Kecamatan Senapelan, tepi Sungai Siak, Pekanbaru, sejak setahun terakhir.

Pemandangan tak biasa tersebut berupa trotoar yang dibangun kontraktor tidak merata atau turun naik di sepanjang jalan tersebut.

kumparan post embed

Tinggi rendah trotoar di jalan tersebut tidak jelas mengikuti apa. Pada bagian tinggi, setiap satu meter lebih, merupakan bagian rendah. Sehingga trotoar terlihat seperti bergelombang.

Kondisi ini, Jumat (11/3/2022), membuat pengguna jalan mesti berhati-hati ketika hendak berjalan di sana. Apalagi, trotoar bergelombang juga tak ramah bagi para pejalan kaki penyandang tuna netra.

TROTOAR naik turun yang dibangun pemerintah di Jalan Meranti, Senapelan, Pekanbaru.

Trotoar tersebut dibangun melintang tepat di depan rumah warga yang membuka usaha di kawasan itu. Lokasinya juga tak jauh dari, Siak Riverside, destinasi wisata di Pekanbaru.

Syamsuar, warga sekitar mengatakan, trotoar ini sudah dibangun sejak setahun lalu.

Menurutnya, kondisi trotoar seperti itu menyulitkan pengguna jalan.

kumparan post embed

"Susah orang jalan kaki. Apalagi pas malam hari. Uuntung saja penerangan sudah bagus. Maksudnya (dibangun seperti itu) tak tahu kita. Kenapa dibikin seperti ini," jelas Syamsuar.

Ia menjelaskan, para pelanggan bengkelnya juga mesti memarkir kendaraan di seberang jalan. Mereka tidak bisa lagi memikirkan kendaraan di depan bengkel.

Masyarakat, jelas Syamsuar, berharap trotoar bisa diperbaiki. Mereka ingin trotoar dibuat rata atau sama tinggi. "Turun naik, turun naik. Bagusnya diratakan saja," pungkas laki-laki 59 tahun.

Laporan: LARAS OLIVIA