kumparan
KONTEN PUBLISHER
11 Januari 2020 17:32

Bangun Dinasti Keluarga, GMNI Minta Syamsuar Mundur dari Gubernur

Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau3.jpg
WAKIL Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, melantik 737 pejabat eselon III dan IV Pemprov Riau, Selasa, 7 Januari 2020.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pengangkatan dan pelantikan Menantu Gubernur Riau, Syamsuar, serta istri, abang dan adik Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra, dianggap oleh mahasiswa sebagai nepotisme dan membangun dinasti.
ADVERTISEMENT
"Mereka belum genap 1 tahun menjabat, namun sudah melakukan nepotisme di Pemerintahan Riau," tegas Ketua DPC GMNI Pekanbaru, Fadli, Jumat, 10 Januari 2020.
Fadli meminta agar, Gubernur Syamsuar bisa menstrerilkan struktur pejabat di lingkungan Pemprov Riau dari praktik nepotisme.
"Jika hal ini tidak dapat dilakukan Gubernur Riau, maka dengan hormat GMNI Pekanbaru meminta Syamsuar mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Riau," tuturnya.
Permintaan mundur ini, disampaikan Fadli karena Syamsuar sudah menyalahgunakan jabatannya sebagai Gubernur Riau untuk mengakomodir keluarga dan kerabat dekatnya menjadi pejabat.
GMNI Pekanbaru juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Riau untuk turut serta dalam menyuarakan Riau berdaulat tanpa nepotisme.
Segera Klarifikasi Dinasti Riau
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pekanbaru, Nofra Khairon, mendesak Gubernur Riau Syamsuar maupun Sekdaprov Yan Prana Jaya, segera mengklarifikasi isu dinasti kekuasaan saat ini.
ADVERTISEMENT
"Isu ini sudah meresahkan masyarakat, kita minta Pak Gubernur maupun Sekda segera jelaskan ke masyarakat, siapa saja kerabatnya yang dilantik menjadi pejabat," kata Nofra.
Sebab, sejak isu ini menjadi perbincangan media baik lokal maupun nasional, baik Syamsuar maupun Yan Prana, belum ada memberikan klarifikasi lengkap tentang dinasti ini.
Nofra memaklumi kenapa masyarakat Riau antusias ikuti berita pelantikan menantu Syamsuar, istri, adik dan abang Yan Prana Jaya.
"Kita tentu masih ingat dengan Gubernur Riau Annas Maamun, juga lakukan hal sama. Bahkan hingga hari ini, video ucapan kotor Annas masih beredar di media sosial," tuturnya.
Nofra menjelaskan, nepotisme di Pemprov Riau menimbulkan kecemasan tersendiri terhadap kinerja ASN.
"Makanya kita butuh birokrat profesional, bukan aji mumpung seperti ini. Kita yakin masih banyak lebih layak menjadi pejabat kalau dilihat dari pengalaman kerjanya, namun tidak pernah diangkat hanya karena tidak memiliki kekuatan politik," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
"Intinya kita minta ini dijelaskan, ini merusak Marwah Riau karena isu ini sudah menjadi isu nasional. Apalagi saya juga baca media nasional mainstream mengangkat isu ini," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan, memastikan seluruh pejabat dilantik Selasa lalu sudah memenuhi syarat dan prosedur berlaku.
Para pejabat ditempatkan di suatu jabatan, tuturnya, juga sudah melalui penilaian sesuai kapasitas, kapabilitas dan kompetensi.
"Jadi mohon masalah pelantikan ini jangan dipolitisasi. Sampai ada mengait-ngaitkan dengan masalah keluarga atau kerabat pimpinan. Ini kesannya jadi lain," kata Ikhwan dalam rilis diterima media.
Ikhwan menyebut, tidaklah mudah mendudukkan seorang pejabat tanpa melihat kemampuan bersangkutan. "Kalau bersangkutan punya kemampuan, kenapa tidak. Masak karena dia kerabat pimpinan nggak boleh. Nggak bisa gitulah," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Selasa, 7 Januari 2020 lalu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution melantik menantu Syamsuar, Tika Rahmi Syafitri sebagai Kepala Seksi Retribusi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.
Selain itu, Tak hanya nepotisme di sekitar Gubernur Syamsuar saja terungkap, melainkan juga keluarga inti Yan Prana Jaya.
Dimulai dari abang kandungnya, Prasurya Darma. ASN ini pindahan dari Siak, kemudian dimutasi ke Biro Humas dan Protokol Pemprov Riau.
Saat dilantik Selasa lalu mendapat jabatan promosi sebagai Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau.
Yan Prana Jaya juga menempatkan adik kandungnya, Dedi Herman, sebagai Kepala Bidang Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Ops Satpol PP).
Terakhir, istri tercinta Yan Prana Jaya, Fariza. Penyandang gelar Sarjana Hukum itu dihadiahi jabatan Kepala Bidang Pengembangan di Badan Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau.
ADVERTISEMENT
Fariza, usai Syamsuar dilantik sebagai Gubernur Riau, Februari 2019 silam, dipindahkan ke Pemprov Riau sebagai staf biasa di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan