Berdayakan Anak Muda Cegah Karhutla dengan Tanaman Geronggang

Konten Media Partner
13 Juli 2021 20:37
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
BIBIT tanaman geronggang dilakukan Solihin (46), warga Bengkalis. Tanaman ini ditanam di lahan gambut guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
zoom-in-whitePerbesar
BIBIT tanaman geronggang dilakukan Solihin (46), warga Bengkalis. Tanaman ini ditanam di lahan gambut guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
SELASAR RIAU, BENGKALIS - Selama ini, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah langganan penyumbang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saban tahun. Tak hanya itu, masyarakatnya juga sering memperluas lahan dengan membakar atau disebut merun.
Bukan hanya membuka lahan dengan cara membakar kemudian memicu Karhutla dengan luasan puluhan bahkan ratusan hektare, juga terjadi penebangan liar di kawasan hutan. Akibatnya warga tempatan sering dituding sebagai aktor perusakan hutan tersebut.
Namun, paradigama itu kini seakan terbantahkan. Di tangan aktivis lingkungan, Solihin (46), warga Bengkalis ini, menghijaukan ratusan hektare lahan gambut yang telah terbuka dengan tanaman geronggang.
Solihin bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL) Bengkalis, merangkul warga dan anak-anak muda di kampungnya untuk budidaya tanaman hutan geronggang di atas lahan gambut.
Pesisir Bengkalis memiliki lahan gambut semula non produktif dan rentan terbakar, kini menjadi produktif. Berlokasi di Jalan Lintas Air Putih-Selat Baru, Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Solihin memulai budidaya tanaman Geronggang awal 2016.
Solihin (46), warga Bengkalis, membibitkan tanaman geronggang. Tanaman ini ditanam di lahan gambut guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
zoom-in-whitePerbesar
Solihin (46), warga Bengkalis, membibitkan tanaman geronggang. Tanaman ini ditanam di lahan gambut guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Di lokasi seluas 4 hektare, ia kini sudah mampu menghasilkan jutaan bibit geronggang. Bahkan sudah mampu melayani permintaan bibit geronggang ke berbagai daerah, baik dalam dan luar Riau.
"Alhamdulillah, kini hampir mencapai seratusan hektare lahan gambut milik warga beralih ditanam geronggang dibandingkan sawit. Investor dari luar negeri pun kini sudah mulai melirik budidaya geronggang ini," kata Solihin, Rabu (13/7/2021).
Solihin menambahkan, penanaman geronggang sampai saat ini sudah mencapai lebih kurang 100 Hektare tersebar di empat Kecamatan di Kabupaten Bengkalis.
"Sejauh ini terus bergerak, bahkan kita sudah beberapa kali mensuplai bibit ke berbagai daerah seperti Jambi dan Pekanbaru," jelas Solihin.
Selain itu, Solihin mengakui, sudah menyalurkan hampir 750 ribu bibit geronggang gratis lebih dari 37 kelompok petani hutan binaannya.
"Bahkan sejak 2016 itu, dari hasil penjualan bibit, kita salurkan untuk anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa. Sekitar ratusan juta gitulah. Artinya, selain menguntungkan, kita juga bisa beramal dari budidaya bibit geronggang ini," ujar Solihin.
Solihin mengakui tidak akan berhenti untuk menggali potensi daerah, dan terus berupaya membuka jalan untuk memajukan perekonomian masyarakat.
BIBIT tanaman geronggang.
zoom-in-whitePerbesar
BIBIT tanaman geronggang.
Solihin juga mengimbau kepada pegiat lingkungan terutama di luar sistem pemerintahan, seharusnya LSM tidak hanya pandai mengkritik, tapi juga harus mampu memberi solusi nyata membantu persoalan di negeri ini.
"Saya sudah hampir 18 tahun lebih berjuang untuk lingkungan, sekarang tidak mau lagi teriak-teriak kosong semata. Lebih baik buat program kerja nyata bagi masyarakat dan menjaga tiap tapak kampung kita sehingga berarti," imbuhnya.