Konten Media Partner

Bocah di Pekanbaru Disiksa Ayah Tiri hingga Kemaluan Disulut Api Rokok

Selasar Riauverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban mendapat perawatan medis di Klinik UMRI, Pekanbaru, Riau (Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Korban mendapat perawatan medis di Klinik UMRI, Pekanbaru, Riau (Dok. Istimewa)

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Seorang bocah laki-laki di Kota Pekanbaru, Riau, menjadi korban penyiksaan oleh pria diduga ayah tirinya. Pria diduga ayah tiri itu tega menyulut kemaluan korban menggunakan api rokok.

Hal ini terungkap dalam sebuah video viral di media sosial. Video itu memperlihatkan pelaku, ZK, memukul hingga menginjak korban. ZK bahkan menyulut kemaluan anak tirinya itu menggunakan bara dari api rokok.

Akibatnya, bocah berinisial MR (10) mengalami patah tulang. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh sang ibu, ML, untuk menjalani perawatan medis.

Parahnya, setibanya di rumah sakit korban ditinggal begitu saja oleh ML yang kabur.

kumparan post embed

"Korban kemarin dibawa ibunya ke Klinik UMRI di Jalan Tambusai. Tapi setelah itu kabur ibunya ini, alasan ke toilet, tapi tak ada balik lagi," kata sepupu korban, Alex, Rabu (26/10).

Alex yang merupakan kakak sepupu korban menjelaskan ZK menyiksa korban hingga babak belur. Saat ini ZK sudah melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya.

"Penganiayaan betul, dipukul, dipijak, diangkat kepala di bawah, kaki di atas. Ada juga kemaluan, kaki, dan badannya disulut api rokok," ungkap Alex.

kumparan post embed

Alex menyebut peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polda Riau pada Selasa (25/10). Pelaporan tersebut didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Komnas Perlindungan Anak di Pekanbaru.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, mengungkap telah menerima laporan tersebut.

"Laporan sudah diterima kemarin, sedang ditangani oleh anggota untuk dimintai dan diambil keterangan awal," ujar Kombes Asep, Kamis (27/10).

kumparan post embed

Asep mengaku sangat prihatin terkait peristiwa yang menimpa korban. Dia memastikan akan mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

"Nanti rencana saya mau kunjungi korban juga terkait korban anak ini. Korban anak tersebut lumpuh, kondisinya ini sangatlah memprihatinkan," pungkas Asep.

LAPORAN: DEFRI CANDRA