Konten Media Partner

Ekonomi Riau Tumbuh 4,34 Persen di Triwulan III 2022

Selasar Riauverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin. (Dok. Riau.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin. (Dok. Riau.go.id)

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat perekonomian Riau pada triwulan III 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,3 persen dibandingkan triwulan II 2022.

Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin, mengatakan pertumbuhan ini terjadi pada sebagian besar lapangan usaha.

"Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang terkontraksi sebesar 2,87 persen," ujar Misfaruddin, Kamis (10/11).

Misfaruddin menyebut lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 19,90 persen, jasa keuangan dan asuransi sebesar 15,28 persen, dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 14,89 persen.

kumparan post embed

Sedangkan lapangan usaha industri pengolahan dan pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,30 persen dan 9,78 persen.

"Ada berapa lapangan usaha lainnya yang tumbuh tinggi di antaranya real estate sebesar 8,83 persen dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 5,05 persen,"sebutnya.

Sementara secara agregat, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera triwulan III-2022 tumbuh sebesar 4,71 persen. Perekonomian seluruh provinsi di Sumatera mengalami pertumbuhan.

kumparan post embed

Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 6,03 persen, sedangkan Provinsi Aceh mengalami pertumbuhan ekonomi terendah sebesar 2,13 persen.

"Jika ditinjau berdasarkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tiap provinsi di wilayah regional Sumatera, Riau dan Sumatera Utara memiliki kontribusi tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 23,26 persen dan 22,73 persen. Sedangkan Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan kontribusi terendah terhadap perekonomian Sumatera yaitu sebesar 2,10 persen," pungkasnya.

LAPORAN: HASLINDA