News
·
30 Juni 2020 20:08

Garis Polisi Terpasang di Lahan Terbakar Diduga Milik Arara Abadi

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Garis Polisi Terpasang di Lahan Terbakar Diduga Milik Arara Abadi  (226611)
searchPerbesar
PETUGAS memadamkan api yang membakar lahan gambut di Pelalawan, Riau, Senin (29/6/2020).
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mulai turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut hebat yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Senin mengatakan pihaknya telah memasang garis polisi dan plang pemberitahuan penyelidikan.
"Kita telah memasang garis polisi dan plang pemberitahuan penyelidikan di lokasi kebakaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (30/6/2020).
Ia mengatakan, kebakaran tersebut terjadi di Desa Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut. Kebakaran terjadi sejak Minggu (29/6) dan menghanguskan sedikitnya empat hektare lahan.
Kombes Pol Sunarto belum bersedia merincikan status lahan terbakar tersebut. Namun, berdasarkan foto pantauan udara, terlihat lokasi kebakaran merupakan areal bukaan untuk kawasan konsesi. Terlihat jelas parit-parit pembatas di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan foto dan video sama juga terlihat asap pekat membumbung ke udara. Secara keseluruhan, Sunarto mengklaim kebakaran tersebut telah diatasi.
ADVERTISEMENT
"Secara keseluruhan untuk titik api di TKP Karhutla Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan sudah berhasil dipadamkan," ujarnya.
Meski begitu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Jim Gafur mengatakan, jika upaya pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung hingga hari ini.
Bahkan, Satgas Karhutla Riau telah menerbangkan dua unit helikopter pengebom air menuju lokasi kebakaran, kemarin.
Sebelumnya, Minggu, 28 Juni 2020, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di areal konsesi PT Arara Abadi, anak perusahaan kertas dan bubur kerta PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).
Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio mengatakan, lahan terbakar tersebut berada di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti berbatasan dengan Desa Merbau, Kecamatan Bunut.
ADVERTISEMENT
"Lokasi berada di Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti berbatas dengan Desa Merbau, Kecamatan Bunut," ungkap BPBD Pelalawan, Hadi Penandio.
Sesuai laporan, tuturnya, bagian pinggir jalan lintas bono (Jalinbon) sudah mulai tahap pendinginan.
"Yang tercapai oleh tim sore tadi. Itu di sisi pinggir mungkin sudah pendinginan," ujarnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mendeteksi 41 titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
Titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan hingga 79 persen sebagai indikasi Karhutla itu terdeteksi melalui citra satelit Terra dan Aqua pada Senin pagi pukul 06.00 WIB.
Titik Panas Mulai Terdeteksi
Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan, titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan total 26 titik.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya titik panas menyebar di Kampar tujuh titik, Siak empat, Kuansing dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik panas.
Titik panas terdeteksi para hari ini tercatat merupakan terbanyak dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan, Pelalawan menjadi wilayah mengalami kebakaran cukup hebat. Sudah dua hari kawasan gambut terbakar belum bisa dipadamkan.
"Saat ini kebakaran cukup luas di gambut Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau," kata dia.
Lokasi kawasan yang terbakar ini, lanjutnya, berada di sekitar konsesi hutan tanaman industri (HTI) Sinarmas Grup. Saat ini, pihaknya tengah berupaya melakukan proses pemadaman.
Arara Abadi Membantah
Managemen PT Arara Abadi membantah Karhutla di areal Desa Merbau, Kecamatan Bunut berbatasan dengan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, merupakan konsesi mereka ditanami tanaman kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada laporan Karhutla di lahan konsesi HTI kita," kata Humas PT Arara Abadi, Alvian.
Namun, Arara Abadi mengerahkan 2 unit helikopter Puma untuk pemadaman (water boomming). Selain kerahkan helikopter, juga diturunkan regu pemadam kebakaran (RPK).
"Itu sesuai SOP perusahaan dengan radius kita, kita wajib membantu memadamkan sesuai perjanjian. Dua unit heli Puma untuk water bomming bersama RPK PT Arara Abadi sudah kita kerahkan turun memadamkan," ujar Alvian.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020