Kumparan Logo
Hj Azlaini Agus .jpg

Hj Azlaini Agus: Sombong, Tolak Bantuan Gubernur DKI, Bukan Melayu

Selasar Riauverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TOKOH Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus. (Foto: Koleksi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
TOKOH Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus. (Foto: Koleksi Pribadi)

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Penolakan bantuan relawan yang dikirimkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk membantu pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, merupakan sifat angkuh dan sombong.

Sifat angkuh dan sombong tersebut, tak sepantasnya dilakukan oleh pemimpin di negeri Melayu Riau.

"Tak cocok tanah Melayu ini dengan cara angkuh seperti itu. Diharapkan legislator kita bertanya dengan pejabat yang menolak itu. Kok tidak bersyukur," ungkap Tokoh Masyarakat Riau, Hj Azlaini, SH, MH, kepada Selasar Riau, Jumat, 20 September 2019.

embed from external kumparan

Sebelumnya, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum butuh bantuan relawan dikirimkan Gubernur Anies Baswedan tersebut.

Hj Azlaini Agus menjelaskan, Riau saat ini benar-benar membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat seperti sekarang ini. Tak usah gengsi dan malu menerima bantuan dari mana saja.

"Mengapa ditolak ? Mereka kan nggak pakai dana APBD Riau? Dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, seharusnya Pemprov tidak menolak bantuan siapapun, dari manapun. Karena kita memang butuh bantuan. Bantuan dari luar negeri diterima, bantuan dari DKI ditolak," kata Azlaini Agus.

Anggota DPR RI 2004-2009 dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mensinyalir penolakan bantuan dari Gubernur Jakarta, Anies Baswedan ini, sarat motif politik.

embed from external kumparan

"Ini sungguh jelas motif politiknya. Gubri (Syamsuar) takut sama Jokowi, kalau menerima bantuan Anies. Kalau betul Pemprov mampu dan sanggup, tentu sudah lama Karhutla ini padam (tak seperti sekarang ini)," kata Azlaini dijuluki Singa Riau ini.

Ia menceritakan, dirinya banyak menerima telepon, pesan singkat SMS maupun Whatsapp dari warga Riau berisikan ketidaksetujuan mereka atas penolakan bantuan Pemprov DKI tersebut.

"DKI mengirim bantuan tenaga membantu korban tsunami di Palu. Pemdanya memberi penghargaan setinggi-tingginya dan berterima kasih kepada Anies. Bantuan padamkan Karhutla oleh DKI ke Riau kok ditolak?," kata Azlaini mempertanyakan.

Saat menerima telepon maupun pesan singkat di Whatsapp, Azlaini menjawabnya dengan singkat. "Maklum saja Saudara, kalau sudah besar nafsunya hidup di birokrat, niscaya sombongpun akan tampak dihadapan manusia lainnya," tulis Azlaini.

Ia mendesak Pemprov Riau memaparkan alasan masuk akal, agar tak menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat di Riaui. Kenapa menolak bantuan dari provinsi lainnya ingin membantu.

Azlaini mengatakan, jangan kemukakan kesombongan dan dikait-kiatkan dengan politik.

embed from external kumparan