Konten Media Partner

Jokowi Berangkat, Titik Api dan Asap Semakin Parah di Riau

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi Berangkat, Titik Api dan Asap Semakin Parah di Riau
zoom-in-whitePerbesar

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Sehari setelah Presiden Joko Widodo meninggalkan Riau menuju Ibukota Indonesia, Jakarta, Rabu, 18 September 2019, titik api semakin banyak dan asap semakin tebal.

Tak hanya itu, kualitas udara juga semakin berbahaya di angka 318,05 ugram/m3.

Sebanyak 334 titik panas bermunculan secara massif di Riau , Rabu pagi. Presiden Jokowi meninggalkan Riau Selasa sore, 17 September 2019.

embed from external kumparan

Kasi Data Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki mengatakan, dari 334 titik panas, tingkat kepercayaan di atas 50 persen menyebar di sembilan kabupaten.

"Titik panas tersebar di Rokan Hilir 97 titik, Pelalawan 93, Indragiri Hilir 46 titik panas," katanya.

Selain itu, titik panas yang terpantau melalui citra Satelit Terra dan Aqua itu turut menyebar di Bengkalis 10 titik panas, Kampar 18 titik panas, Dumai 14, Kuansing 3, Indragiri Hulu 52 titik serta Rokan Hulu satu titik panas.

Catatan redaksi, titik panas tersebut merupakan rekor terbaru di Riau.

Sejak awal 2019 lalu, titik panas terbanyak di Riau hanya menyentuh 200-an. Kemunculan titik panas hingga lebih dari 300 titik itu sungguh ironi sebab terjadi sehari kepulangan Jokowi ke Riau sejak Senin malam kemarin.

embed from external kumparan

Dari jumlah itu, BMKG menyatakan 205 titik di antaranya sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan hingga 100 persen.

Titik api menyebar di Bengkalis dan Kampar enam titik, Dumai 10 titik, Kuansing satu, Pelalawan 61 titik api, Rokan Hilir 58 titik api, Indragiri Hulu 36 titik api serta Indragiri Hilir 27 titik api.

Kemunculan ratusan titik panas tersebut juga berimbas dengan kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Riau.

Di Pekanbaru, kabut asap menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 500 meter. Sementara di Rengat dan Pelalawan jarak pandang lebih pendek berkisar 400 meter.