Konten Media Partner

KS Tiga Naga Minta Maaf Usai Aksi Penyerangan dan Pemukulan Wasit

Selasar Riauverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KONDISI wajah perangkat penyelenggara pertandingan yang diserang dan dipukul Official KS Tiga Naga usai kalah dari Semen Padang 0-1 Senin (29/11/2021), di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.
zoom-in-whitePerbesar
KONDISI wajah perangkat penyelenggara pertandingan yang diserang dan dipukul Official KS Tiga Naga usai kalah dari Semen Padang 0-1 Senin (29/11/2021), di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Manajemen Klub Sepakbola (KS) Tiga Naga meminta maaf kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) usai official menyerang dan memukul wasit usai pertandingan terakhir melawan Semen Padang FC, Senin (29/11/2021), di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

Dalam pertandingan tersebut, KS Tiga Naga mengalami kekalahan 0-1 dari Semen Padang. Kekalahan itu memastikan tim berjuluk Laskar Lancang Kuning terdegradasi ke Liga 3 Indonesia musim depan.

kumparan post embed

"Selamat siang, kami di sini selaku perwakilan KS Tiga Naga ingin mengklarifikasi terkait sanksi diberikan PSSI terhadap official KS Tiga Naga," ungkap Manager KS Naga, Hidayat, dalam rilisnya, Selasa (7/12/2021).

Hidayat membenarkan insiden penyerangan saat akhir pertandingan dalam laga melawan Semen Padang, seperti sudah diberitakan beberapa media.

"Kami sadar betul apa sudah kami perbuat. Maka dari itu, kami tidak melakukan banding kepada PSSI. Dengan lapang dada, meskipun berat, kami harus bisa menerima sanksi sudah diberikan oleh PSSI," jelasnya.

"Ini juga pelajaran berharga bagi kami agar menjadi lebih baik lagi. Semoga tidak dicontoh pihak manapun," lanjutnya.

Mewakili KS Tiga Naga, tuturnya, ia menyampaikan permohonan maaf terhadap perangkat pertandingan serta kepada PSSI sebagai federasi sepak bola tertinggi di Indonesia, dan pihak-pihak tersakiti.

kumparan post embed

"Demikian klarifikasi dapat kami sampaikan, lebih kurang kami mohon maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih," pungkasnya.

Selain terdegradasi ke Liga 3, KS Tiga Naga juga menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman ini dampak dari penyerangan dan pemukulan wasit oleh official tim.

Selasar Riau merangkum keputusan Komdis PSSI terhadap Tiga Naga dikutip dari laman PSSI:

1. Pelatih kepala KS Tiga Naga, Feryandes Rozialta

Jenis pelanggaran: Setelah selesai pertandingan memprovokasi ofisial tim untuk menyerang perangkat pertandingan

Hukuman: Larangan beraktivitas 36 bulan dan Denda Rp 25 juta

2. Asisten Pelatih KS Tiga Naga, Beni Setiadi

Jenis pelanggaran: Usai pertandingan menyerang dan memukul perangkat pertandingan

Hukuman: Larangan beraktivitas 24 bulan dan denda Rp 10 juta

3. Kitman KS Tiga Naga, Andria Syahputra

Jenis pelanggaran: Usai pertandingan menyerang dan memukul perangkat pertandingan

Hukuman: Larangan beraktivitas 24 bulan dan denda Rp 10 juta

4. Masseur KS Tiga Naga, Herlizon Herly

Jenis pelanggaran: Usai pertandingan menyerang dan memukul perangkat pertandingan

Hukuman: Larangan beraktivitas 24 bulan dan denda Rp 10 juta

kumparan post embed

Tim KS Tiga Naga

Pertandingan: Semen Padang vs KS Tiga Naga

Tanggal kejadian: 29 November 2021

Jenis pelanggaran: Tingkah laku buruk tim. empat ofisial Tim secara bersama-sama melakukan ancaman, intimidasi, pengejaran, pemukulan dan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan

Hukuman: Denda Rp 75 juta

Laporan: DEFRI CANDRA