Konten Media Partner

Melihat Kondisi SD di Riau yang Beralas Tanah, Tanpa Pintu dan Jendela

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PULUHAN murid SDN 006 Ulak Patian, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau, belajar di dalam kelas dengan meja terbuat dari papan, berlatarkan tanah.
zoom-in-whitePerbesar
PULUHAN murid SDN 006 Ulak Patian, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau, belajar di dalam kelas dengan meja terbuat dari papan, berlatarkan tanah.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pagi itu, murid di SDN 006 Ulak Patian, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau mendatangi ruang kelas dengan bersemangat.

Berseragam merah putih, anak-anak ini dengan tekun menulis jawaban demi jawaban di lembar buku sekolah yang mereka bawa dari rumah.

Meski peralatan sekolah terbatas dan jauh dari layak, mereka tetap rajin menimba ilmu.

Saat memasuki ruangan sederhana itu, terlihat beberapa meja setinggi 40 cm dan bangku panjang setinggi 15 cm berbahan triplek juga kayu berjejer rapi di dalam kelas.

Tak hanya itu, dinding ruangan kelas itu juga terbuat dari kayu. Bahkan, alasnya masih berupa tanah. Bukan semen apalagi keramik layaknya sekolah-sekolah diperkotaan.

Namun, murid-murid SD di pedalaman Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, seakan sudah terbiasa menuntut ilmu dan belajar di lantai tanah.

"Kelas berlantai tanah ini untuk murid kelas 1 hingga 3. Lantai tanah dan dinding papan," kata Kepala SDN 006 Ulak Patian, Andi Maryanto, Jumat, (4/10).

Andi menceritakan, saat ini ada 202 murid yang menimba ilmu di SDN 006 Ulak Patian.

SDN 006 Ulak Patian adalah satu-satu sekolah dasar yang ada di desa tersebut. Tak hanya berlantai tanah saja, sekolah tersebut juga berdinding papan setinggi 1,75 meter, selebihnya dibiarkan kosong di sekat antar kelas terbuat dari papan juga.

BANGUNAN SDN 006 Ulak Patian, Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Andi menceritakan, SDN 006 Ulak Patian juga tak memiliki jendel dan pintu. Sehingga hujan dan debu kerap masuk ke kelas dan mengganggu siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

"Ya kalau hujan, masuklah air ke dalam lokal berlantaikan tanah ini. Kalau musim kemarau, masuklah debu. Ini selalu hantui murid-murid dalam menuntut ilmu," jelasnya.

Meski jauh dari kata layak, SDN 006 menjadi satu-satunya sekolah dasar di desa tersebut. Dampaknya, sekolah itu kerap kebanjiran murid setiap tahun ajaran baru tiba.

Sementara fasilitas tersedia sama sekali tidak mendukung generasi penerus bangsa meraih ilmu dan cita-cita.

Desa Ulak Patian merupakan satu dari puluhan desa terpencil di pedalaman Kabupaten Rokan Hulu.

Desa itu terpaut 80 kilometer dari ibu kota kabupaten, Pasir Pangaraian, serta 24 kilometer dari ibu kota kecamatan.

Bangunan kelas untuk murid Kelas 2 di SDN 006 Ulak Patian, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau.

Akses menuju desa itu juga sangat buruk. Dari jalan lintas Rokan Hulu-Duri, perlu ditempuh 12 kilometer dengan tujuh kilometer di antaranya jalan tanah.

Andi menjelaskan, terdapat sembilan bangunan kelas di sekolah tersebut.

"Untuk enam bangunan lainnya telah dibangun pemerintah dengan bangunan permanen. Namun, tiga bangunan kelas itu menyisakan masalah lainnya, kondisi rusak dan belum mendapat perbaikan," katanya.

Tiga kelas dengan kondisi memprihatinkan itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat karena daya tampung dan jumlah murid tidak seimbang.

Pihak sekolah telah beberapa kali memohon bantuan pembangunan sekolah namun hingga kini belum terlaksana.

"Tahun 2018 lalu, Dinas Pendidikan Rokan Hulu telah beberapa kali melakukan survei di sekolah kami ini. Namun hingga sekarang belum ada," tuturnya.

Ia berharap segera ada bantuan pemerintah agar murid-muridnya yang belajar dengan lantai tanah dan bangku serta meja seadanya itu dapat belajar dengan nyaman.

DPRD Rohul Pastikan Dana Pembangunan Sekolah

Ketua DPRD Rokan Hulu, Novliwanda Adiputra, memastikan legislatif akan menganggarkan pembangunan gedung sekolah dasar tersebut.

Politisi Gerindra itu mengatakan, DPRD sudah mengkonfirmasi terkait kondisi di SDN 006 Ulak Patian.

"Insya Allah 2020 dianggarkan untuk pembangunan ruang kelas baru di sekolah itu," kata Wanda, Jumat (4/10).

Ia mengakui belum tahu pasti kendala di lapangan selama ini.

Namun, menurut keterangan dinas sebelumnya, sudah ada bangunan pemerintah di sekolah tersebut, dan diakui dinas tersebut memang masih ada kekurangan.

"Pemerintah akan mengalokasikan dana pembangunan di tahun 2020," jelasnya.

Wanda menceritakan, anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) III Rohul, dapil sekolah itu berada, sudah melaporkan hal serupa. Ia akan melihat lokasi sekolah dalam waktu dekat, Kamis (3/10).

"Kita tunggu. DPRD yang lain saat ini masih sedang penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), sehingga komisi bersangkutan belum terbentuk. Jadi kita tunggu saja," tutupnya.