kumparan
KONTEN PUBLISHER
11 Januari 2019 20:58

Pemerhati Anak: Tak Pantas Seorang Ayah Tinggalkan Andini dan Adiknya

Andini, gadis berusia 14 tahun membesarkan dua adik perempuannya seorang diri usai ibunya meninggal dunia pekan lalu dan bapaknya entah dimana saat ini berada.
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Lembaga Bantuan Perlindungan Anak Riau (LB-PAR) menjembatani bantuan kepada Andini, gadis belia berusia 14 tahun harus menjadi tulang punggung keluarga.
Andini kini harus menjaga kedua adiknya, Sidratul Jannah (4 bulan) dan Purwanti (20 bulan), setelah sang ibu meninggal dunia sepekan lalu. Ijaz (40), meninggal usai tak kuasa melawan ganasnya penyakit Tubercolosis (TB) akut dideritanya.
Sementara bapak ketiga bocah malang itu, pergi entah ke mana, dan dikabarkan kembali menikah dengan perempuan lain. Kini, mereka bertiga tinggal di rumah berdinding papan kayu dan beratap seng di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
"Sebagai orang tua, saya sangat sedih, prihatin dengan kondisi dan beban dihadapi Andini," kata Ketua LB-PAR Riau, Rosmaini, kepada Selasar Riau, Jumat (11/1).
ADVERTISEMENT
Rosmaini mengaku baru mendengar kondisi pilu yang dihadapi Andini dari media. Terlebih lagi, bocah itu kehilangan satu-satunya pemberi kasih sayang, ibunya yang telah menghadap sang Khalik.
"Turut berduka cita karena ibu dari Andini meninggal dunia. Seharusnya Ayah kandung yang merawat, tapi tidak dilakukan (menelantarkan). Besok saya akan melihat langsung kondisinya di Pelalawan," kata Rose saat berjanji akan melihat langsung kondisi Andini ke Pelalawan.
Selain itu, Rosmaini juga mengatakan telah menyampaikan berita derita pilu Andini tersebut ke berbagai pihak, termasuk dunia swasta, dan pejabat pemerintahan.
"Kita sebagai lembaga sosial sejauh ini baru bisa mejembatani. Saya sudah meminta tolong ke berbagai pihak, Alhamdulillah banyak respons positif. Besok kita akan langsung ke sana ya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan