Pemko Pekanbaru Akan Gusur Bangunan SD lalu Ubah Jadi Mal

Konten Media Partner
27 Desember 2021 20:45
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
zoom-in-whitePerbesar
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
ADVERTISEMENT
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggusur gedung dan SDN 01 Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, Senapelan, diganti dengan bangunan pusat perbelanjaan atau mall, mendapat perlawanan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) serta murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang, Senin (27/12/2021).
Seorang murid kelas 4 SD, Reza, meminta Pemko Pekanbaru untuk tidak menggusur sekolah mereka.
"Jangan gusur sekolah kami Pak, kami ingin sekolah," pinta Reza mengeluh.
Tidak hanya bocah SD tersebut, wali murid dan warga setempat juga meminta Pemko untuk mengevaluasi kembali kebijakan penggusuran bangunan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) AMPP, M Ikram, mendesak Pemko Pekanbaru, terutama Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan konflik ini.
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
zoom-in-whitePerbesar
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
"Kepada Kadisdik Pekanbaru segera menyelesaikan kasus ini. Kami tidak terima SDN ini menjadi pusat perbelanjaan," ungkapnya kepada Selasar Riau.
Selain itu, Ikram juga meminta Pemkot Pekanbaru untuk mengevaluasi kembali rencana pengalihan fungsi sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ini merupakan tindakan zalim pemerintah terhadap dunia pendidikan dan sejarah dunia pendidikan, semoga ini dievaluasi kembali," jelasnya.
Menanggapi penolakan murid dan masyarakat, Sekretaris Dinas Pendidikan Pekanbaru, Muzailis, mengatakan pengalihfungsian bangunan SDN 01 Pekanbaru akan dijadikan bagian dari perluasan kawasan pasar.
Ia menjelaskan, alasan alih fungsi sekolah karena letaknya tidak nyaman untuk proses pendidikan. Di sekitar sekolah terdapat dua pasar antara lain, Pasar Higienis dan Pasar Senapelan atau Kodim.
"Kajian ini untuk memastikan apakah sekolah itu layak dialihfungsikan atau tidak. Dilihat dari berbagai aspek, seperti aspek hukum, lingkungan hingga aspek lainnya," jelasnya.
Alih fungsi bangunan dan lahan sekolah tersebut, tuturnya, sesuai arahan dari Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. Pemko sudah membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap alih fungsi bangunan dan bangunan sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menyebut proses belajar-mengajar terganggu aktivitas pasar bersebelahan dengan gedung sekolah. Aroma dari pasar di sebelahnya kerap mengganggu proses belajar.
Muzailis mengatakan, alih fungsi tersebut nantinya dilakukan oleh aset Pemko. Ia menegaskan, alih fungsi lahan sudah dipertimbangkan dengan kajian yang ada.
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
zoom-in-whitePerbesar
UNJUK rasa alumni, murid serta masyarakat menolak rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menggusur bangunan dan SD 01 Pekanbaru dialigsungsikan jadi pusat perbelanjaan atau mal, Senin (27/12/2021). (FOTO: SELASAR RIAU/DEFRI CANDRA)
"Untuk proses alih fungsi sekolah ini sedang kita bahas, nantinya tergantung tim aset Pemko. Intinya kita siap, bila nantinya sekolah harus dikosongkan," jelasnya.
Ia mengakui alih fungsi ini berdampak bagi para murid dan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Pihaknya pun mengimbau agar para guru dan murid tidak perlu khawatir.
"Anak-anak kita pindahkan ke sekolah terdekat di rumahnya, kita sebar sesuai dengan kelas," paparnya.
Laporan: DEFRI CANDRA/LARAS OLIVIA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·