Peselancar Bule Asal Kanada Nikmati Ombak Setinggi 5 Meteri di Sungai Kampar

SELASAR RIAU, PANGKALAN KERINCI - Dua surver (peselancar) asal Kanada, usai tiba di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kamis, 22 November 2018, tak sabaran untuk menjajal ombak sungai yang menantang, Sungai Kampar.
Kedua peselancar tersebut menjajal satu-satunya di Indonesia, ombak dengan tinggi berkisar 3-5 meter dan hanya ada di sungai. Ombak Bono namanya.
Tahun 2018 ini, tantangan dari Ombak Bono itu menjadi kalender resmi event pariwisata Kementerian Pariwisata dengan nama Bono Surfing 2018.
"Mereka dari Kanada. Kita undang bersama komunitas peselancar di Teluk Meranti. Begitu tiba, mereka langsung turun berselancar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pelalawan, Andi Yuliandri.
Didampingi peselancar lokal dan speed boat pemantau serta penyelamat, siap menggiring aksi kedua bule tersebut. Tampak surfer profesional tersebut meliuk-liuk di papan selancar seiring Ombak Bono kian meninggi.
Andi Yuliandri sendiri ikut menyaksikan langsung kepiawaian peselancar profesional itu menaklukan Ombak Bono dari titik awal muncul hingga ombak pecah di perairan pantai Ogis Kelurahan Teluk Meranti.
Kedua peselancar tersebut akan kembali menunjukan aksinya hingga acara puncak, esok hari, Sabtu, 24 November 2018.
Sementara itu, di daratan Teluk Meranti, berlangsung acara permainan rakyat. Perlombaan seperti enggrang, bakiak, dan gasing menjadi tontonan bagi masyarakat yang datang menyaksikan event Bono Surfing yang masuk dalam kalender pariwisata nusantara.
"Hari ini informasinya dua lagi peselancar luar negeri akan datang," kata Andi Yuliandri. Acara puncak esok hari, Sabtu, 24 November 2018, rombongan akan bertolak dari Pangkalan Kerinci pagi hari.
