Satu Penumpang Diperebutkan Puluhan Ojek dan Becak Motor di Bengkalis

SELASAR RIAU, BENGKALIS - Dampak wabah virus corona tak hanya bagi kesehatan dan nyawa manusia saja, melainkan juga perekonomian warga. Di Bengkalis, Riau, ratusan tukang ojek, becak motor serta becak kayuh, lebih banyak duduk termenung menunggu penumpang dibandingkan mengantar ke tujuan.
Bukan hanya pendapatan mereka saja berkurang, malahan lebih sering saat pulang ke rumah jumpai anak dan istri, sama sekali tak membawa satu Rupiah pun.
Pengemudi ojek di becak kayuh di biasa mangkal di Pelabuhan Roro Air dan Pelabuhan penumpang Bandar Sri Laksamana (BSL), mengaku sejak Minggu, 12 April 2020, dari pagi hingga sore hari sama sekali tak dapat penumpang.
"Belum dapat penumpang. Sangat terasa perekonomian sekarang ini, Subhanallah sangat sulit sekali. Jangankan untuk makan, mau beli bensin saja susah," kata Wak Suardi, pengemudi ojek motor.
Ia menjelaskan, saat sekarang ini ada satu orang penumpang saja maka akan bisa dikejar puluhan ojek atau becak motor.
"Sementara kami tidak memiliki gaji tetap atau bulanan. Sedangkan anak mau sekolah. Kami dari masyarakat sebenarnya bukan tidak mau mengikuti peraturan pemerintah saat pandemi virus corona ini. Jika kami tidak keluar, maka kami bisa terancam tidak makan, apalagi anak saya masih dua orang bersekolah. Walaupun sekarang masih libur," ucapnya.
Terpisah, Wakil Ketua F-SPTI, K-SPTI Bengkalis, Arifin menjelaskan, sejak virus corona melanda, dampak pendapatan buruh sangat jelas dan turun drastis.
"Dampak dari buruh sangat jelas. Sebelumya penghasilan per hari dapat dan mencukupi kebutuhan keluarga, tapi saat ini, untuk mendapatkan Rp 20 ribu per hari saja sangat susah," ungkap Arifin.
Ia enggan mengatakan, tidak berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran virus corona.
"Tetapi apa boleh buat, tak kerja tak dapat duit. Tapi kami akan tetap waspada dengan mengurangi berkumpul dalam jumlah ramai," ujarnya.
