Sepinya Kelenteng Ratusan Tahun di Bengkalis dari Perayaan Imlek

SELASAR RIAU, BENGKALIS - Perayaan Imlek kota Bengkalis tahun ini tidak tampak kemeriahan dan keramaian warga Tionghoa seperti tahun 2020 lalu.
Ritual sembahyang di Kelenteng Hok Ann Kiong untuk tahun ini ditiadakan. Kondisi ini merupakan dampak pandemi COVID-19.
Humas Vihara dan Kelenteng Hok Ann Kiong, Herman Kusuma mengatakan, mereka sudah menyampaikan kepada warga Tionghoa Bengkalis untuk merayakan Imlek di rumah saja.
Kelenteng Hok Ann Kiong hanya menyelenggarakan sembahyang saja.
"Seperti sembahyang di malam pergantian tahun, malam tadi, hanya sembilan orang dari pantia mewakili umat. Kembang api di klenteng juga ditiadakan, begitu juga ritual semah kampung dengan pawai membawa dewa di hari keenam Imlek nanti kita tiadakan juga," ungkap Herman, Jumat (12/2/2021).
Menurut Herman, bagi warga yang sembahyang, dilakukan secara bergilir.
Pihak Kelenteng juga menyiapkan petugas untuk mengatur protokol kesehatan bersama Satgas COVID.
"Kita siapkan tenda di sana, antisipasi kalau datang ramai. Untuk masuk klenteng akan diberlakukan secara bergantian dan diatur oleh panitia untuk antre," tambahnya.
Mengantisipasi kerumunan, pengurus Kelenteng sudah mensosialisasikan imbauan tertulis melalui media sosial untuk tidak merayakan imlek.
"Masyarakat sudah banyak yang tahu dari imbauan kita buat. Begitu juga orangtua banyak mengingatkan sehingga perayaan tahun ini cukup sederhana," ungkapnya.
Selain itu, pihak Kelenteng juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak saling mengunjungi keluarga saat perayaan imlek. Cukup dengan silahturahmi secara virtual saja.
"Kalau keluarga inti seperti orangtua dan anak wajar saling mengunjungi. Tapi kalau kerabat jauh cukup silahturahmi dengan virtual saja, sejauh ini cukup dipatuhi oleh masyarakat kita," pungkasnya.
