Konten Media Partner

Tangis Gubernur Riau Lepas Jenazah Dokter Muda yang Meninggal Akibat COVID-19

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
GUBERNUR Riau, Syamsuar (tengah) saat ikut Salat Jenazah almarhum dr Oki Alfin bin Alamsyah, Sabtu (12/9/2020), di halaman RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
zoom-in-whitePerbesar
GUBERNUR Riau, Syamsuar (tengah) saat ikut Salat Jenazah almarhum dr Oki Alfin bin Alamsyah, Sabtu (12/9/2020), di halaman RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar, tak mampu menahan isak tangisnya saat memberikan kata sambutan melepas keberangkatan mobil jenazah membawa dokter Oki Alfian, ke pemakaman keluarga di Kampar, Sabtu (12/9/2020).

Dokter Oki Alfin meninggal dunia akibat terpapar COVID-19, Sabtu pagi, pukul 08.06 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru.

PETI jenazah dr Oki Alfin saat dibawa keluar ruangan untuk disalat jenazah. Terlihat sang istri menggunakan kursi roda.

"Telah berpulang seorang pahlawan kemanusiaan, beliau merupakan contoh untuk kita bersama, memberikan pelayanan bagi masyarakat," kata Syamsuar saat melepas dokter yang bertugas di Puskesmas Gunung Sahilan, Kampar Kiri, Kampar.

Almarhum merupakan dokter pertama di Riau yang meninggal dunia akibat COVID-19. Sebelumnya, Selasa (8/9/2020), Ny R (50), perawat di RSUD Dumai, juga meninggal dunia akibat Virus Corona.

Syamsuar menjelaskan, almarhum meninggal dalam usia sangat muda, 29 tahun, dan baru diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Saat menjalankan tugas di Puskesmas Gunung Sahilan, dr Oki Alfian terpapar COVID-19. Istrinya juga ikut positif, sedangkan anaknya negatif.

Oki Alfian meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Lulusan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini dikenal sebagai dokter berdedikasi tinggi dan pekerja keras.

PETUGAS saat hendak membawa jenazah dr Oki Alfian sebelum disalatjenazahkan oleh orangtua, keluarga dan Gubernur Riau, Syamsuar, di halaman RSUD Arifin Achmad.

"Saya mendapat cerita, dokter ini (Oki) pekerja keras dan rajin. Alhamdulillah dokter ini jadi contoh kita bersama. Almarhum merupakan dokter betul-betul melayani masyarakat," kata Syamsuar.

Selama prosesi pelepasan jenazah dokter Oki, mulai dari peti jenazah dibawa ke lapangan untuk disalatkan, Salat Jenazah hingga almarhum dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan, isak tangis dari keluarga mengiringi.

Syamsuar menjelaskan, saat ini pasien COVID-19 paling banyak adalah berstatus Orang Tanpa Gejala. Sehingga sulit untuk mengetahui mereka tertular atau tidak.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi mengatakan, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Aulia, namun kondisinya tidak begitu baik.

PETUGAS saat menyemprotkan cairan disinfektan ke peti jenazah alm dr Oki Alfin.

"Kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Namun takdir Tuhan tidak berkata demikian," kata Nuzelly Husnedi.

Pemerintah Provinsi Riau mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu disiplin, terapkan protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan dengan kesadaran diri, kita bisa atasi penyebaran Covid-19 di Riau," ungkap Syamsuar.

Laporan: RAHMADI DWI