Konten Media Partner

Videonya Viral, Ketua Pemuda Pancasila Riau Akhirnya Minta Maaf ke FPI

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KETUA  MPW Pemuda Pancasila Riau, Arsyadianto Rachman (baju kaos) memggelar konferensi pers, Selasa, 12 Maret 2019. Ia kemudian meminta maaf kepada FPI atas viralnya video dirinya di media sosial.
zoom-in-whitePerbesar
KETUA MPW Pemuda Pancasila Riau, Arsyadianto Rachman (baju kaos) memggelar konferensi pers, Selasa, 12 Maret 2019. Ia kemudian meminta maaf kepada FPI atas viralnya video dirinya di media sosial.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Ketua Mejelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau, Arsyadianto Rachman atau akrab disapa Anto Rachman, akhirnya meminta maaf ke Front Pembela Islam (FPI).

Permintaan maaf tersebut dilakukan Anto Rachman, usai video dirinya berpidato di depan kader PP, Sabtu, 9 Maret 2019, di Hotel Resty Menara, Pekanbaru, menjadi viral di media sosial.

Ketika itu, Anto di dalam video tersebut menyatakan, Pemuda Pancasila harus siap untuk berjuang dan menghadapi kekerasan Islam garis keras di lapangan.

"Saya aja sekarang mobil saya pakai loreng saya bikin Jokowinya. Saya tunggu kerikilnya saja ini. Kerikil yang tendang mobil kita, baru kita serbu FPI dan HTI. Siappp Razia. Maaf Pak, soalnya yang bisa menghadang ini cuma kami Pak," transkrip pidato Anto Rachman di video yang kemudian viral di Pekanbaru.

embed from external kumparan

Berselang tiga hari kemudian, Selasa malam, 12 Maret 2019, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soejosoemarno, menerima kedatangan Penasehat FPI, Habib Umar al Hamid, yang berkunjung ke kediamannya, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pertemuan dua tokoh senior itu dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas video ucapan Anto Rachman berisi pernyataan menyudutkan terhadap FPI dan Habib Rizieq.

Pertemuan berlangsung penuh dengan rasa kekeluargaan dan didahului makan malam bersama. Dalam pertemuan itu, Japto Soerjosoemarno menyampaikan surat permintaan maaf melalui Habib Umar Al Hamid, terkait video adu domba yang viral di media sosial.

"Saya menyampaikan surat pernyataan permintaan maaf, karena bersangkutan (pembuat video) tidak bisa membedakan fungsi sebagai anggota Pemuda Pancasila dan sebagai anggota partai,” ujar Japto.

PEMUDA Pancasila Riau mendatangi Markas FPI Kota Pekanbaru, Kamis, 14 Maret 2019.

Sebelumnya, Selasa siang, Anto Rachman, mendatangi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, guna melaporkan video hoaks yang menimpa dirinya. Ia beranggapan, video beredar tersebut sudah diplintir.

Berselang sejam kemudian, abang kandung mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) ini kemudian menggelar konferensi pers.

"Saya ini muslim tulen. Tidak ada perkataan saya untuk menyampaikan peperangan dengan Islam," tegas Anto Rachman.

Namun demikian, Anto mengakui, jika orang yang ada di video tersebut memang dirinya saat memberikan pembekalan kepada kader Pemuda Pancasila guna pemenangan Calon Presiden Joko Widodo.

"Ini adalah suatu hoaks bisa mengacaukan negara. Saya sampaikan ke masyarakat itu adalah hoaks," tambahnya.

Ia menjelaksan, video tersebut merupakan hoaks. Ini, tuturnya, merupakan hoaks yang bisa mengacaukan negara Indonesia, sehingga harus segera diklarifikasi.

"Saya keturunan muslim yang menganut Islam moderat, memang sekarang saya dalam posisi menghadapi peristiwa Islam moderat vs Islam garis keras, tapi tidak ada percakapan saya meminta peperangan," tuturnya.

Sehari kemudian, Rabu, 13 Maret 2019, Anto Rachman kemudian membuat surat permintaan maaf secara terbuka kepada FPI ditandatangani di atas materai Rp 6.000.

SEKRETARIS MPW Pemuda Pancasial Riau, Franz Rizal, didampingi Ketua FPI Pekanbaru, Husni Thamrin, di Markas FPI, Kamis, 14 Maret 2019.

"Sebagai Ketua MPW PP Riau, menyatakan apa yang ada di video itu diedit dan tidak benar. Yang disampaikan saat pembekalan kalau ada tersebut di situ salah satu organisasi ataupun nama, saya minta maaf kepada Habib Rizieq Shihab dan FPI secara pribadi," ujar Anto Rachman.

Ia juga kembali menyampaikan maaf kepada umat Islam karena dipelintir videonya. Anto Rachman mengaku tidak pernah menyinggung tentang Islam, mleiankan hanya menyampaikan Islam garis keras dan radikal.

Hari ini, Kamis, 14 Maret 2019, diwakili Sekretaris MPW Pemuda Pancasila, Franz Rizal, mendatangi Kantor FPI Kota Pekanbari diterima langsung oleh ketuanya, Husni Thamrin.

"Kami bersepakat akan melakukan pertemuan resmi antara Ketua FPI Riau dengan Ketua MPW PP Riau. Ini semua agar kericuhan terjadi di media sosial dapat terselesaikan," jelasnya, Kamis, 14 Maret 2019.

Tak hanya itu, dalam pertemuan nanti juga mengundang Majelis Ulama Indonesia Riau beserta para ulama. Ditutup dengan permintaan maaf dari Anto Rachman.

Sementara itu, Sekretaris MPW PP Riau, Frans Rizal mengatakan untuk waktu dan tempat secepatnya akan mereka sebarkan menunggu hasil rapat dari internal mereka.

"Untuk pertemuan selanjutnya akan kami Kabarkan lagi. Menunggu rapat dari internal," jelasnya.